Connect with us

Daerah

Begini Keterangan PHDI Soal Penundaan Acara Keagamaan Selama PPKM

Published

on


GatraDewata[Singaraja] – Ketua PHDI Kabupaten Buleleng, Dr. I Gde Made Metera, mengutip salah satu lontar/sastra dresta tentang penundaan kegiatqn upacara keagamaan: “Bahwa pada suasana dan kondisi masih adanya wabah, maka segala jenis upacara bisa ditiadakan. Sebaliknya, segala jenis upacara bisa kembali digelqr ketika wabah itu sudah mereda. Itu berarti segala upacara ditunda sepanjang masih ada wabah, khususnya yang sekarang ini adalah virus Covid 19,” ucapnya.

“Diharapkan kepada Pinandita, Ida Bawati, Jro Gede dan Jro mangku yang biasa dimintai pendapat oleh warga pada saat akan menyelenggarakan upacara Agama, disarankan untuk menunda pelaksanaanya. Kalaupun tidak bisa ditunda agar diselenggarakan dengan cara paling sederhana (nistaning niste), yang hanya melibatkan beberapa orang saja, dan sehari sebelum upacara para peserta melaksanakan antigen berbasis PCR,” tambahnya.

Dalam pertemuan Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K., S.H.., M.Si., saat melalukan silahturahmi dengan FKUB Buleleng, disamping memperkenalkan diri selaku Kapolres yang baru melaksanakan serah terima pada tanggal 4 Agustus 2021, juga mengajak kepada seluruh pemimpin Agama untuk tetap menjalin hubungan; saling menghargai satu sama lainnya, serta menjaga solidaritas antar umat ber-Agama di Kabupaten Buleleng.

Kapolres apresiasi kerukunan umat ber-Agama yang ada di kabupaten Buleleng, dalam satu wadah FKUB dimana seluruh pengurus yang terlihat sangat akrab dalam pertemuan dengan Kapolres, Kamis (19/8/2021), mulai pukul 20.00 wita di Jalan Udayana Singaraja.

Hadir dalam pertemuan tersebut yaitu, Ketua FKUB Kab. Buleleng, yang juga selaku Ketua PHDI Kabupaten Buleleng; Ketua MDA Kabupaten Buleleng; Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Buleleng yang merupakan Wakil FKUB Kabupaten Buleleng; Penasehat MUI Kab. Buleleng dan Anggota FKUB Kabupaten Buleleng (Walubi, MUI, Gereja Paroki Santo Paulus, MPUK).

Kapolres Buleleng juga menyampaikan bahwa beberapa masyarakat yang terkonfirmasi Covid 19 berasa dari klaster kegiatan keagamaan yang  menimbulkan kerumunan, sehingga diharapkan kepada seluruh petinggi Agama yang ada di kabupaten Buleleng, untuk berpartisipasi mengajak umatnya mentaati Prokes covid 19 dengan ketat, sesuai dengan Surat Edran Gubernur Bali.

Kapolres Buleleng menambahkan, “kepada seluruh pimpinan Agama se-Kabupaten Buleleng untuk mengajak warga yang terkonfirmasi melaksanakan Isoter, karena penanganan ditempat Isoter disediakan tim medis, serta selama ini yang terkonfiramsi covid 19 di tempat isoter hampir semuanya sembuh,” tambahnya.(Mga)


Komang Swesen is a hotelier who has been in the field for more than two decades now. He loves writing that he already published 2 books about Butler and now active as an official journalist for Gatra Dewata Group.

Daerah

Kapolres Buleleng Tandatangani Kerjasama dengan RRI Singaraja

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Polres Buleleng melalui AKBP Andrian Pramudianto,S.I.K.,S.H.,M.Si., selaku Kapolres Buleleng,  telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kepolisian Resor Buleleng dengan lembaga penyiaran publik, RRI Singaraja, yang diwakili Drs. Wardi selaku Kepala LPP RRI Singaraja, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Lembaga penyiaran publik RRI Singaraja, Rabu (8/12/2021) pagi, bertempat di ruang Command Center Polres Buleleng.

Saat penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kapolres Buleleng dengan Kepala LPP RRI Singaraja, dihadiri juga beberapa staf dari RRI Singaraja serta Kabag Ops Polres Buleleng Kompol I Gusti Alit, Kasat Lantas, Kasikum dan Kasihumas. Perjanjin kerja sama ini dituangkan dalam surat Nomor: B/12/X/HUK.8.1.1 /2021 dan Nomor 1643/RRI SGR/10/2021 tentang Pelayanan Informasi Pada Masyarakat.

Tujuan ditandatangani perjanjian kerja ini untuk mendorong peningkatan pelaksanaan pelayanan informasi pada masyarakat berbasis radio publik di Singaraja.

Pelaksanaan kerjasama ini berupa pengisian acara dialog interaktif Lintas Singaraja Pagi, yang disiarkan setiap hari Sabtu mulai pukul 09.00 wita sampai pukul 10.00 wita, dan informasi lalu lintas setiap pagi dalam bentuk ‘news interview‘ mulai pukul 06.30 wita sampai pukul 09.00 wita.

Kepala LPP RRI Singaraja menyampaikan, “Terimakasih kepada Kapolres Buleleng atas kerjasamanya. RRI/Polri sama – sama milik negara yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat,” ucapnya.

“Diharapkan kepada Kapolres Buleleng dalam rangka menyambut kegiatan Nataru 2021 dapat memberikan informasi melalui RRI Singaraja, khusus terkait perubahan pembatalan PPKM Level 3. Juga menyangkut himbauan dalam menyambut Nataru agar masyarakat tetap mematuhi Prokes Covid 19, terutama tidak melakukan kerumunan,” imbuhnya.

Disisi lain, Kapolres Buleleng  menyambut baik kerja sama yang telah dilakukan ini dan Polres Buleleng akan memberikan pejabatnya untuk menjadi nara sumber pemberi informasi melalui RRI Singaraja secara bergantian, baik mulai Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran,” ucapnya.

“Semoga hal yang positif ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Buleleng,” tutupnya.[MGA]

Continue Reading

Daerah

Gubernur Bali Gelontorkan Paket Sembako Kepada Warga Kubutambahan

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Pembagian Paket sembako dari Gubernur Bali, Dr.Ir.Wayan Koster, M.M, bantuan yang di salurkan berupa paket bears sebanyak 30 Paket, masing – masing 5 Kg. Bantuan beras yang disalurkan merupakan beras dari Petani Bali yang dibeli dari koperasi – koperasi krama Bali, Selasa (7/12/2021), dilaksanakan di Desa Kubutambahan, Banjar Dinas Kubuanyar, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Tujuan dari Pembagian Paket sembako dari Bapak Gubernur sebagai bentuk kepeduliannya kepada warga. Dalam pembagian paket sembako ini diwakilkan Ketut Suartika yang di sapa Nyok, yang tinggal di Kampung Anyar Singaraja.

Harapannya semoga dengan adanya bantuan paket sembako ini bisa membantu meringankan kebutuhan sehari – hari mereka.

Tidak lupa warga Kubuanyar mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Bapak Gubernur Bali.[MGA]

Continue Reading

Daerah

Seorang Petani Nekat Gantung Diri, Diduga Kuat Karena Faktor ‘E’

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Di sebuah rumah di ladang milik Nengah Soliana (67), laki -laki, petani di Banjar Dinas Kanginan, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula,  Kabupaten Buleleng, telah melakukan aksi bunuh diri dengan cara  gantung diri, Minggu (5/12/2021) pagi.

Awal kejadian sekitar pukul 08:00 Wita, korban Nengah Soliana (NS) pergi dari rumahnya di banjar dinas Kanginan dengan berjalan kaki. Kemudian sekitar pukul 09.00 Wita istri korban, Nengah Biniasih (NB), berada di tempat kejadian. Pukul 10.30 Wita datang saudara Made Sitawan menanyakan korban kepada isrti korban untuk meminjam alat perangkap (Jebag).

Karena NB tidak tahu dan tidak mengetahui keberadaan NS lalu saudara Made Sitawan meminta tolong untuk mengambilkan alat tersebut. NS pun masuknkendalam rumah untuk mengambiln perangkap tersebut. Namun ia dikejutkan oleh sosok NS yang tergantung di balok kayu bagian dinding. NS melakukan aksinya menggunakan tali nilon warna biru sepanjang 1,5 meter, jarak tali dengan leher sekitar 75 cm.  Kakinya menjuntai di lantai. Jarak tali dengan tanah swkiyar 210 cm. NS mengenakan baju kaos warna putih dengan lengan warna biru dan celana pendek warna hitam.

Mengetahui kejadian tersebut, kemudian Made Sitawan mencari bantuan ke warga sekitar.

Selanjutnya  kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Tejakula.

Dari hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Tejakula I, yang dipimpin oleh dr. Daniel, bahwa tidak terdapat tanda kekerasan, lidah menjulur, keluar air mani namun tidak ada kotoran dan diperkirakan kematian sudah 4 (empat) jam yang lalu dan mayat sudah kaku.

Untuk sementara diduga penyebab korban melakukan gantung diri karena faktor ekonomi (E).

Atas kejadian tersebut keluarga korban sudah mengiklaskan dan tidak akan melakukan visum serta menerima pristiwa ini sebagai musibah.[MGA]

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 Gatradewata. Ringan, Cerdas dan Tajam