Connect with us

Daerah

Baur Sium Polsek  Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang  Diberhentikan dengan Tidak Hormat dari Dinas Kepolisian

Published

on


GatraDewata[Singaraja] – Seorang personel Polres Buleleng, AIPTU Wayan Putra Yasa, sebelumnya menjabat selaku Baur Sium Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas Kepolisian. Penonaktifan tersebut terhitung mulai tanggal 31 Desember 2021. Diduga  melakukan penipuan  perekrutan Pegawai Negeri Sipil.

Pemberhentian dengan tidak hormat ini dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Bali Nomor: Kep/979/XII/2021 tanggal 22 Desember 2021, tentang pemberhentian dengan tidak hormat dari dinas Kepolisian Republik Indonesia.

Pemberhentian tersebut dilakukan dengan upacara dari dinas Polri yang dilakukan, Rabu (5/1/2022) pagi, di halaman Mapolres Buleleng. Namun, Wayan Putra Yasa tidak hadir dalam upacara pemberhentian tersebut.

Waka Polres Buleleng, KOMPOL Yusak Agustinus Sooai, S.I.K., yang memimpin langsung upacara pemberhentian tersebut menyampaikan, “Ini adalah salah satu tindakan tegas yang dilakukan pimpinan Polri terhadap personel yang telah terbukti melakukan tindakan – tindakan yang melanggar peraturan, norma – norma etika dan disiplin sebagai anggota Polri,” ucapnya.

Penerbitan keputusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari dinas Polri ini dilakukan melalui mekanisme dan proses yang cukup Panjang, sesuai dengan prosedur hukum yang akuntabel dan selaras dengan hasil sidang kode  etik profesi Polri berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor: 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Putusan PTDH terhadap anggota Polri Wayan Putra telah ditinjau dari beberapa aspek; pertama azas kepastian hukum dengan menitikberatkan pelanggaran sehinnga menjadi jelas statusnya; kedua, azas kemanfaatan berdasarkan pertimbangan beberapa besasr manfaatnya bagi organiasi dan anggota Polri yang telah dijatuhi PTDH tersebut; dan ketiga, azaz keadilan dimana Polres Buleleng harus berkomitmen mewujudkan keadilan terhadap oknum anggota Polri yang telah terbukti melanggar norma etika dan disiplin dan pidana sebagai anggota Polri.

Waka Polres juga berharap tidak ada lagi upacara PTDH di Polres Buleleng dimasa – masa yang akan datang dan beberapa pesan yang perlu disampaikan antara lain: “pertama, tingkatkan kedisplinan pribadi dan kesatuan sebagai benteng untuk mencegah dan menjauhi diri dari perbuatan yang merugikan nama baik pribadi dan keluarga serta kesatuan; kedua, pelihara sikap, tingkah laku dan tutur kata disetiap waktu dan kesempatan; ketiga, hindari sikap-sikap seperti arogansi, individualisme dan apatis sehingga kita semua dapat menjadi tauladan bagi keluarga dan masyarakat; dan keempat, kepada pimpinan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap anggota di dalam setiap pelaksanaan tugasnya dan tidak ragu – ragu untuk menindak tegas anggota yang melakukan pelanggaran hukum serta memberikan penghargaan terhadap personel yang berprestasi,” tutupnya.[MGA]


Komang Swesen is a hotelier who has been in the field for more than two decades now. He loves writing that he already published 2 books about Butler and now active as an official journalist for Gatra Dewata Group.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Puskor Hindunesia Lantik Gede Ricky Sukarta Sebagai Ketua Dekorda Badung

Published

on

GatraDewata | Badung | Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) wilayah Bali yang diketuai I Dewa Made Sudewa, SE, M.Si, lantik Dewan Koordinasi Daerah (Dekorda) Badung, Drs. Gede Ricky Sukarta, MBA, di Balai Banjar Babakan, Canggu, Minggu (16/1/2022) siang.

Pelantikan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: 20/WIL-BALI/PH/SK/I/2022, untuk periode kepengurusan hingga lima tahun mendatang.

Puskor Hindunesia akan melakukan pelantikan wilayah Bali secara marathon, dengan formasi melingkar dan akan berakhir di Bangli.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut yaitu Bupati Badung, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol, I Nyoman Suendi. Ada juga sejumlah pejabat daerah Badung, diantaranya Disbud, Kemenag, PHDI, Bendesa Madya MDA, MDA Kuta Utara, PSN, DPK Peradah, PC KMHDI, DPK Prajaniti, DPD Pandu Nusa, WHDI, Polsek setempat dan Camat Kuta Utara. Puskor Hindunesia juga mengundang seluruh pejabat desa dan pengurus adat, termasuk LPD dan Satgas Covid 19.

Ketua Dekorda Badung terpilih, Drs. Gede Ricky Sukarta, MBA

Acara pelantikan dimulai dengan tarian Sekar Jepun, menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdoa bersama dan laporan ketua panitia. Baru setelah itu memasuki acara inti, meliputi pembacaan SK, pembacaan Sapta Prasetya Darma Puskor Indonesia dan Penyerahan Pataka Dekorwil Bali kepada Dekorda Badung.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kesbangpol, Kemenag, ketua Dekorwil Bali, Dewan Pembina Dekorda Badung, ketua Dekorda Badung dan orasi Hindunesia bangkit oleh ketua umum Dekornas Hindunesia.

Disamping menghadirkan Tari Sekar Jepun sebagai pembuka, acara Puskor Hindunesia di Br. Babakan ini juga dimeriahkan penyanyi Bali, Raka Sidan. Raka membawakan beberapa lagu guna menghibur para undangan sambil menikmati hidangan makan siang. Acara pelantikan Dekorwil Badung berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan Satgas Covid 19 yang berlaku.[SWN]

Continue Reading

Daerah

Diduga belum mengantongi IMB YPUH Jalan Sulawesi Kampung Baru Singaraja di bekukan

Published

on

GATRA DEWATA | SINGARAJA |Ratusan masyarakat, dari Aliansi Masyarakat Peduli Buleleng memadati Jalan Sulawesi Gang 1 No 24 Lingkungan Baruna Sari, Kampung Baru Singaraja.tujuannya menolak akan di lakukan penyegelan terhadap Yayasan Pengayom Umat Hindu ( YPUH ) oleh SatPol PP Kabupaten Buleleng, Jumat (14/01/2022) Pagi.

Berdasarkan Surat Bupati No.180/3704/HK tertanggal 28 Desember, Perda No.2 Tahun 2012 tentang perijinan. Maka di perintahkan kepada Plt.Kepala Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penyegelan terhadap YPUH.

Dr.Surata ,SH.M .Kn. Selaku Dewan Pembina Yayasan “mengatakan masalah pengurusan ijin saya sangat berterima kasih atas petunjuknya itu, disinilah peran masyarakat dan pemerintah merupakan satu kesatuan karena pemerintah itu berasal dari masyarakat juga. Tentang permohonan ijin, kamu kami mohon bantuan/petunjuk, ijin apa yang kami mohonkan kemudian persyaratannya apa saja untuk mengajukan permohonan ijin, karena berdasarkan Perda No.2 Tahun 2012 yang ada hanya permohonan ijin usaha, permohonan ijin dagang, tidak ada permohonan untuk kremasi, untuk itu kami mohon petunjuk dan jangan di persulit untuk kami melakukan permohonan ijin, ” jelasnya.

Ketua Yayasan Jero Mangku Sedana, BA menerangkan awal pendirian YPUH ini karena melihat situasi Masyarakat Umat Hindu di Bali. Dalam kesehariannya itu ada istilahnya kesepekang dan juga ada Masyarakat yang mengalami kesulitan melakukan penguburan dalam urusan kematian. Karena urusan kematian sangat pelik. “Untuk itu kita mendirikan Yayasan ini sebagai solusi/dan jalan keluar bagi Masyarakat yang mengalami kematiannya, itu dasar pertimbangan kami mendirikan Yayasan ini,” jelasnya.

Yayasan ini berdiri sudah hampir 12 Tahun dari tahun 2010 dan sebelum tahun itu kami sudah melakukan gerakan keliling megadakan Upacara – upacara keluar Bali Tahun 2005. Awalnya kami punya pemikiran akan di tolak program kami, ternyata kami mendapat dukungan Dan apresiasi positif sehingga kami mengupayakan tempat ini dan kita bangun sebuah tempat kremasi, yang waktu itu mendapat rekomendasi dari Bupati lama Putu Bagiada. Dan dasar utama kami melayani Umat tidak hanya dari Umat Hindu saja melainkan dari Umat lain juga kami melayani, karena tujuan kami adalah kemanusiaan/Yadnya, “jelas Jero Mangku.

Yayasan menerima petunjuk untuk melakukan permohonan ijin dan SatPol PP Kabupaten Buleleng hanya menyegel kremasinya saja dan untuk kegiatan pelayanan Umat yang lain masih bisa di jalankan. (Mga)

Continue Reading

Daerah

Residivis Spesialis Rumah Kost Berhasil Dibekuk Satreskrim Polres Buleleng.

Published

on

Singaraja|GatraDewata | Beberapa laporan ke Polres Buleleng terhadap hilangnya barang yang terjadi di rumah kos saat ditinggal penghuni dan juga ditempat Pendidikan, berhasil diungkap Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng dibawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Yogie Pramagita, S.H.,S.I.K., bersama dengan Kanit Pidana Umum IPTU Kevin Simatupang S.TGr.K., dan timnya.

Laporan kehilangan barang yang diterima di Polres Buleleng ada di beberapa tempat diantaranya:

Pertama laporan yang diterima dari Ni Putu Sukadesi (42), bahwa berdasarkan Mangku Susila yang bekerja sebagai tukang sapu di SMA Dwijendra, Singaraja, melaporkan jika pada hari Selasa (7/12/ 2021) ruangan guru telah terbuka dan lampu menyala, setelah dicek kepala sekolah ternyata barang inventaris milik SMA Dwijendra berupa proyektor yang ditaruh didalam lemari kaca sudah tidak ada di tempat. Kemudian laptop yang ditaruh di dalam almari juga hilang. Dengan hilangnya barang tersebut maka pihak SMA Dwijendra mengalami kerugian Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah).

Kedua, laporan Jumat (16/12 2021) sore, saat korban Lanjar Ruski Dia Pratami (24) pergi ke pasar dan balik ke kos sekira pukul 17.30 wita. Saat masuk ke kamar kos barang milik korban berupa Laptop dan HP yang ada di dalam kamar sudah tidak ada di tempat.

Ketiga, laporan dari Gusti Ketut Sukmayanti (22), melaporkan bahwa Selasa (28/12/2021) malam, saat korban  kembali ke kost pukul 19.40 wita, melihat kamar kost sudah dalam keadaan terbuka dan gagang pintu rusak. Kemudian HP milik korban sudah tidak ada lagi di kamar yang saat ditinggal HP tersebut sedang mengisi daya (charge). dengan hilangnya barang korban kerugian yang dialami sebesar Rp. 3.000.000.- ( tiga juta rupiah).

Dari ketiga laporan tersebut, selanjutnya Kasat Reskrim bersama dengan timnya, terus melakukan penyelidikan, mulai dari tempat kejadiann perkara dan keterangan saksi-saksi yang ada. Dari hasil penyelidikan tersebut mengarah kepada seseorang yang memiliki spesialis melakukan pengambilan barang dirumah kost yang ditinggal penghuninya.

Selanjutnya, Senin (3/1/2022) sore, Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng berdasarkan bukti permulaan yang cukup berhasil mengamankan seorang laki – laki, Gede Sakti Adi Suryana Putra (18). Saat itu dia sedang ada di Jalan Pahlawan, Gg. 13 Kelurahan Banjar Tegal, Singaraja.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku, diketahui pelaku telah melakukan aksinya dibeberapa tempat, diantaranya kejadian yang dilaporkan di TKP SMA Dwijendra, di temapt kost yang ada di Gg. Durian Sambangan, di temapt kost yang ada di Gg. Mawar Sambangan, tempat kos di jalan Parikesit Singaraja, tempat kos di jalan Teleng Singaraja, temapt kos di Jalan Sudirman Singaraja, tempat Kos di jalan Abimanyu Singaraja dan beberapa tempat kejadian yang ada Di Denpasar.

Dari bebeapa tempat kejadian tersebut telah berhasil diamankan barang bukti berupa: 1 Buah Monitor merk LG, 1 Buah Proyektor merk Ben Q, 1 Buah Proyektor merk Acer, 1 Unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam (DK 2764 VM), 2 Buah Tas Laptop warna Hitam, 1 Buah laptop merk acer warna dark silver, 1 Buah HP Merk Huawei V20, 1 Buah HP Merk Vivo Y55, 1 Buah HP merk Mitto A67, 1 Buah Jaket/sweter warna abu-abu yg berisi tulisan “NASA”, 2 Buah Tabung Gas LPG 3 Kg, 1 Pasang sendal jepit merk flifer dan 1 Buah Tab merk Asus warna putih.

“Terhadap pelaku telah disangka melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” ucap Kasat Reskrim AKP Yogie.

“Beberapa barang yang diambil pelaku sempat dijual kepada pihak lain dan hasil penjualannya dipergunakan untuk keperluan sendiri dan sebagian barang berupa HP masih ada pada diri pelaku,” imbuh Kasat Reskrim’

“Pelaku adalah residivis, spesialis mengambil barang milik orang lain di tempat – tempat kost yang ditinggal penghuninya,” tutup Kasat Reskrim.[MGA]

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku