Connect with us

Nasional

Banyak Pihak Dukung Ketegasan Polri Dalam Upaya Cegah Propaganda Intoleran

Published

on

Ferdinand Hutahaean (kiri), Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan, Habib Bahar Bin Smith (kiri)

GATRA DEWATA | NASIONAL | Video viral yang melibatkan Habib Bahar bin Smith yang diduga menyebarkan kabar bohong (hoax), membuat kepolisian mengambil langkah tepat. Itu bukan berarti tebang pilih seperti pendapat ramai di media sosial. Polda Jawa Barat yang telah menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus kabar bohong, itu mungkin terkait dengan peristiwa pembantaian enam anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Cikampek, karena Polda Jabar tidak merinci secara detail.

Tetapi diungkapkan Ichwan Tuankotta, Kuasa Hukum Bahar saat dikonfirmasi terkait pokok permasalahan yang tengah menjerat kliennya itu. “Iya, betul (terkait peristiwa KM 50)” ungkap Ichwan melalui sambungan telepon, Selasa (4/1/2021), yang dikutip dari Sindonews.

Bahkan dirinya mengaku belum memahami unsur kebohongan yang dimaksud dalam peristiwa itu. Sebab, substansi peristiwa mengenai kasus tewasnya enam anggota laskar FPI memang benar terjadi.

Bagi banyak kalangan yang mendukung Polri soal kondisi tersebut adalah semata-mata untuk mencegah kebohongan itu menjadi luas, karena ketokohan yang dipegangnya bisa saja menimbulkan kekacauan yang meluas.

Dukungan itu mendapat respon positif dari banyak kalangan seperti menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, pakar hukum Indriyanto Seno Adji, Wakil Ketua Komisi III DPR RI H. Ahmad Sahroni, S.E., M.I.Kom. (fraksi NasDem).

Seperti Yahya Cholil mengatakan bahwa tindakan kepolisian itu sangat perlu dilakukan, ini untuk mencegah persepsi yang keliru tentang syariat Islam dan merebaknya kecenderungan untuk mempercayai propaganda radikal dan intoleran.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi sikap yang terus dipertahankan Polri sehingga kita bisa sungguh-sungguh mencegah dan mengatasi masalah propaganda dan intoleransi yang dikembangkan oleh sejumlah pihak,” ujarnya dalam sebuah tayangan video.

Sedangkan Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa Polda Jawa Barat yang telah menetapkan tersangka terhadap Habib Bahar bin Smith dan TR, itu telah dilakukan secara transparan dan objektif. Dan dirinya mempersilakan apabila ada yang keberatan dengan penetapan tersangka kepada Bahar dan TR untuk diambil langkah-langkah upaya hukum, semisal upaya praperadilan.

Ditempat terpisah tentang cuitan Ferdinand Hutahaean tentang cuitan yang bernada SARA, juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Presidium Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP Hikmahbudhi) melalui ketua umumnya Wiryawan, Kamis (06/01/2022).

Begitu juga Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Benidiktus Papa,”Cuitan politikus Ferdinand Hutahaean berpotensi merusak keharmonisan dan keberagaman bangsa Indonesia, ” ujarnya Kamis (06/01/2022). (Ray)


Kebanggaan sebagai wartawan adalah selalu silahturahmi kepada semua pihak, tetap belajar dan selalu konfirmasi dalam pemberitaan yang adil dan berimbang.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nasional

Sepandai Tupai Lompat, Cuitan Pedas Ferdinand Akhirnya Berhadapan Hukum

Published

on

By

Ferdinand Hutahaean, banyak pihak yang tersinggung terhadap cuitannya beberapa waktu yang lalu

GATRA DEWATA | JAKARTA | Ferdinand Hutahaean adalah sosok yang kerap vokal dalam menyuarakan yang dirasanya tidak tepat, tetapi banyak dari netizen tidak menampiknya sebagai kebenaran yang ada, bagi netizen itu hanya upaya Ferdinand untuk mendongkrak popularitas.

Cuitan yang menyakitkan sebagian orang banyak sebelumnya dilaporkan ke kepolisian, namun belum bisa menjeratnya ke meja hijau. Mungkin kali ini dirinya seperti ibarat tupai sepandai-pandainya melompat akan jatuh juga. Saat ini banyak pihak yang merasa tersinggung dan sakit hati kepada cuitannya tentang membela Tuhan yang lemah, mungkin maksudnya adalah menyebutkan Tuhan itu maha kuat tidak perlu dibela, namun mungkin keselip jari (biasanya lidah) yang kali ini membuatnya bisa saja terjerat pasal berlapis.

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang merupakan salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang bergerak di bidang kepemudaan melalui ketua PP GP Ansor, Luqman Hakim mengatakan bahwa Polisi harus tuntaskan kasus cuitan Ferdinand Hutahaean.

“Berdasarkan cuitan Ferdinand itu dapat masuk kategori serangan penghinaan dan penistaan agama, berpotensi menimbulkan keonaran dan permusuhan bernuansa agama serta mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, “tekannya, Jumat (7/1/2022).

Begitu pula Ketua Presidium PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Benidiktus Papa sebut cuitan Ferdinand sudah masuk ranah keyakinan Umat Agama Lain.

“Cuitan saudara Ferdinand Hutahean tidak menampilkan semangat Kristiani yang sejatinya menjunjung tinggi kasih dan persaudaran, yang seharusnya tidak menyinggung keyakinan umat lain apalagi membanding-bandingkan, “ungkapnya, Rabu (5/1/2022).

Begitu pula datang dari Wasekjen MUI Muhammad Ziyad, menyebutkan Apa yang Disampaikan Ferdinand Menyinggung Perasaan, ” sungguh tidak patut, apa pun agamanya. Ketika menyebut dengan ungkapan itu, ini menyinggung perasaan. Meski Ferdinand Hutahaen kini mengaku mualaf, ajaran Islam tak mengizinkan pemeluknya melecehkan Tuhan, “sebutnya, Jumat (7/1/2022).

Sekjen Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP Hikmahbudhi), Ravindra memberikan komentarnya bahwa Kesatuan Bangsa Jangan Dicemari Oleh Pelaku Intoleran.

“Komitmen kita akan persatuan dan kesatuan bangsa, tidak boleh dicemari oleh perilaku-perilaku intoleran yang mengganggu ketenangan warga negara dalam beragama, terlebih lagi bahwa cuitan medsos tersebut telah menciptakan kegaduhan yang berpotensi memecah-belah masyarakat. Hal ini tentu tidak boleh kita biarkan, “ungkap Ravindra. (Ray)

Continue Reading

Daerah

Baur Sium Polsek  Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang  Diberhentikan dengan Tidak Hormat dari Dinas Kepolisian

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Seorang personel Polres Buleleng, AIPTU Wayan Putra Yasa, sebelumnya menjabat selaku Baur Sium Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas Kepolisian. Penonaktifan tersebut terhitung mulai tanggal 31 Desember 2021. Diduga  melakukan penipuan  perekrutan Pegawai Negeri Sipil.

Pemberhentian dengan tidak hormat ini dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Bali Nomor: Kep/979/XII/2021 tanggal 22 Desember 2021, tentang pemberhentian dengan tidak hormat dari dinas Kepolisian Republik Indonesia.

Pemberhentian tersebut dilakukan dengan upacara dari dinas Polri yang dilakukan, Rabu (5/1/2022) pagi, di halaman Mapolres Buleleng. Namun, Wayan Putra Yasa tidak hadir dalam upacara pemberhentian tersebut.

Waka Polres Buleleng, KOMPOL Yusak Agustinus Sooai, S.I.K., yang memimpin langsung upacara pemberhentian tersebut menyampaikan, “Ini adalah salah satu tindakan tegas yang dilakukan pimpinan Polri terhadap personel yang telah terbukti melakukan tindakan – tindakan yang melanggar peraturan, norma – norma etika dan disiplin sebagai anggota Polri,” ucapnya.

Penerbitan keputusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari dinas Polri ini dilakukan melalui mekanisme dan proses yang cukup Panjang, sesuai dengan prosedur hukum yang akuntabel dan selaras dengan hasil sidang kode  etik profesi Polri berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor: 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Putusan PTDH terhadap anggota Polri Wayan Putra telah ditinjau dari beberapa aspek; pertama azas kepastian hukum dengan menitikberatkan pelanggaran sehinnga menjadi jelas statusnya; kedua, azas kemanfaatan berdasarkan pertimbangan beberapa besasr manfaatnya bagi organiasi dan anggota Polri yang telah dijatuhi PTDH tersebut; dan ketiga, azaz keadilan dimana Polres Buleleng harus berkomitmen mewujudkan keadilan terhadap oknum anggota Polri yang telah terbukti melanggar norma etika dan disiplin dan pidana sebagai anggota Polri.

Waka Polres juga berharap tidak ada lagi upacara PTDH di Polres Buleleng dimasa – masa yang akan datang dan beberapa pesan yang perlu disampaikan antara lain: “pertama, tingkatkan kedisplinan pribadi dan kesatuan sebagai benteng untuk mencegah dan menjauhi diri dari perbuatan yang merugikan nama baik pribadi dan keluarga serta kesatuan; kedua, pelihara sikap, tingkah laku dan tutur kata disetiap waktu dan kesempatan; ketiga, hindari sikap-sikap seperti arogansi, individualisme dan apatis sehingga kita semua dapat menjadi tauladan bagi keluarga dan masyarakat; dan keempat, kepada pimpinan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap anggota di dalam setiap pelaksanaan tugasnya dan tidak ragu – ragu untuk menindak tegas anggota yang melakukan pelanggaran hukum serta memberikan penghargaan terhadap personel yang berprestasi,” tutupnya.[MGA]

Continue Reading

Daerah

Sukses! Layanan Publik Polres Buleleng “Si Poleng Ngayah” dan Pusdikling di Desa Kubutambahan

Published

on

GatraDewata[Singaraja] – Kegiatan “Si Poleng Ngayah” dan Pusdikling yang di laksanakan oleh Sat Lantas Polres Buleleng, yang melayani perpanjangan SIM, pengesahan STNK, Sidik jari Perpustakaan keliling, yang di pimpin oleh Anggota Polwan Sat Lantas Polres Buleleng Ipda Yohana Rosalin Diaz, bertempat di halaman parkir Pura Meduwe Karang Banjar, Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Selasa  (4/1/2022) pagi.

Adapun yang melaksanakan kegiatan tersehut yaitu, 4 orang anggota Pelayanan SIM dari Sat Lantas Polres  Buleleng; 4 orang anggota pelayanan Samsat dari Sat Lantas Polres Buleleng; 5 orang anggota Pusdikling dari Polres Buleleng; 1 orang anggota Pelayanan Surat kehilangan; 1 orang anggota dari Iden Pole Buleleng dan 2 orang anggota Pelayanan SKCK Polres Buleleng.

Anggota Polwan Sat Lantas  Polres Buleleng, Ipda Yohana Rosalin Diaz,  menyampaikan bahwa dari Polres Buleleng dalam hal ini melaksanakan pelayanan perpanjangan SIM dan pengesahan STNK. Pelayanan Si Poleng Ngayah merupakan terobosan kreatif dari Kapolres Buleleng dimana pelayanan keliling ini dilaksanakan ke desa serta bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Diharapkan adanya masukan dan saran dari masyarakat terkait dengan pelayanan ini sehingga kedepannya bisa lebih baik lahi. Kami himbau juga kepada masyarakat yang berkendaraan di jalan raya untuk selalu mengunakan helm dan menggunakan masker, serta sebelum giat dimulai mohon menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam kegiatan  tersebut Kapolres Buleleng, AKBP  Andrian Pramudianto, S.I.K, S.H, M.Si., didampingi Kubutambahan 1, AKP Ketut Wisnaya  mengecek langsung giat pelayanan si Poleng Ngayah di yang bertempat di Parkiran Pura Meduwe Karang, Kubutambahan.

Adapun hasil pelayanan “Si Poleng Ngayah” keliling di Desa Kubutambahan yaitu,  masyarakat yang melakukan perpanjangan SIM sebanyak 14 orang, yang mengesahkan STNK/Samsat sebanyak 6 orang.

Serangkaian kegiatan tersebut berakhir siang dan berjalan aman dengan tetap mematuhi Prokes.[MGA]

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku