Connect with us

Global

AUDIENSI THE BALI LEGEND HARLEY OWNER KE KOMANDAN PANGKALAN TNI AL DENPASAR

Published

on


GATRADEWATA.COM||Denpasar, 25 Januari 2019.The Bali Legend Harley Owner yang merupakan bikers senior Bali yang termasuk dalam Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali yang diketuai oleh Mangku Ari, pada hari Rabu 23 Januari 2019 beberapa waktu yang lalu melaksanakan audiensi dan silaturahmi kepada Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko di Gedung Serbaguna IGP. Dwinda Mako Lanal Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali. Turut hadir dalam acara tersebut seluruh Perwira Mako Lanal Denpasar.

 

The Bali Legend Harley Owner adalah Komunitas motor gede (Moge) khususnya Harley Davidson yang menurut Mangku Ari adalah komunitas Moge yang lebih mengedepankan riding (berkendara), gathering (pertemuan), charity (amal), dan mendukung program safety riding (keamanan berkendara) di jalan raya.

 

Selain mendukung program keamanan berkendara untuk menciptakan ketertiban berlalu lintas, The Bali Legend juga akan mengedepankan dalam acara program bakti sosial yang seperti akan direncanakan yaitu bakti sosial kepedulian masalah lingkungan dan akan bekerja sama dengan TNI AL dalam hal ini Pangkalan TNI AL Denpasar untuk penanaman Bakau di pantai-pantai yang mudah terkena abrasi di Pulau Dewata Bali ini dengan pihak TNI AL Denpasar.

 

Dalam sambutannya Komandan Lanal Denpasar menyampaikan yang intinya adalah : Kegiatan ini disamping untuk mempererat silahturahmi, juga bertujuan untuk menambah pemahaman untuk bela Negara, persaudaraan serta aspek lain yang bisa membangun kebersamaan dalam hal apapun yang bersifat positif di Pulau Bali ini, mudah-mudahan ke depan katan persaudaraan antara Pangkalan TNI AL Denpasar danThe Bali Legend Harley Owner akan semakin bagus.

Kegiatan audiensi tersebut diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama dengan anggota The Bali Legend Harley Owner bersama Komandan dan seluruh perwira staf Mako Lanal Denpasar. (Satyagraha)


Advertisement

Global

Nabilah Zahra dan Saka Dhiva Raih Perunggu, Prestasi Genius Olympiad 2024

Published

on

By

Membanggakan…!!! Dua siswi Sekolah Menengah Kharisma Bangsa Tanggerang mempersembahkan Medali Perunggu pada perlombaan Tingkat Internasional Genius Olympiad 2024 di Rochaster Institute Technology (RIT), New York City, USA.

BANTEN –  Prestasi membanggakan diraih dua siswa Kharisma Bangsa Tanggerang Selatan Banten, Mereka berhasil meraih medali Perunggu pada Perlombaan tingkat Internasional Jenius Olimpiad 2024 di Rochester New York

Genius Olympiad atau International High School Project Fair on Environment adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Terra Science and Education yang bermarkas di New York Amerika Serikat, sebuah organisasi non-profit yang mempromosikan kesadaran dan solusi global atas masalah keseimbangan dan kelestarian ekologi melalui karya inovasi di bidang science, writing, business, art, music, dan short film.

Kedua penyumbang medali Perunggu pada kategori musik itu adalah Nabilah Zahra Putri dan Saka Dhiva, mereka adalah Siswi Sekolah Menengah Kharisma Bangsa Tanggerang Selatan, Nabilah dan Saka yang cukup intens mengikuti lomba ini mengaku tidak menyangka bisa memperoleh medali perunggu, Pasalnya karena kegiatan ini bertaraf Internasional.

“Bersyukur banget, dengan pelaksanaan lomba yang begitu menegangkan, namun kami berdua berhasil mendapatkan medali perunggu” Ujar Nabilah yang merupakan Anak dari Seorang Polisi berpangkat Kombes itu. (Tim)

Continue Reading

Global

Puji Syukur Arga Situmorang, Wujudkan Mimpi Menjadi Advokat

Published

on

JAKART -DR.TOGAR SITUMORANG punya darah keluarga pengacara, sebab ketiga anaknya juga tak jauh dari dunia hukum.

Alexander Ricardo Gracia Situmorang atau Arga muncul sebagai pengacara setelah resmi pada Rabu, 13 Juni 2024 menyandang gelar Advokat.

Untuk menjadi seorang Advokat atau pengacara tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, tentunya membutuhkan cukup banyak perjuangan yang dilaksanakan. Setelah meraih gelar Strata-1 Ilmu Hukum (S.H) di perguruan tinggi, kemudian mengikuti PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) dan Ujian Profesi Advokat (UPA).

Disamping biaya, waktu, wajib magang dan tekad, bila dijalankan dengan baik dan benar, maka setelah disumpah di Pengadilan Tinggi, barulah dinyatakan sah sebagai Advokat dan dapat mengikuti beracara. Itulah sebagian perjalanan dalam menggapai asa untuk meraih gelar sebagai advokat.

Alexander Ricardo Gracia Situmorang alias Arga pada hari Rabu (12/6/2024) kemarin disumpah sebagai Advokat oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, acara “Pengangkatan Advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI)” ini berlangsung di Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Advokat dan Kurator kondang Indonesia yang juga akrab disapa ‘Panglima Hukum’, Dr. Togar Situmorang, SH., MH., MAP., C.Med., CLA., CRA selaku Chief Executive Officer & Founder Law Firm Togar Situmorang sekaligus Ayah dari Arga Situmorang memberikan bunga ucapan selamat atas pengangkatan sumpah ananda tercinta Arga Situmorang,SH, MKn (c) yang hampir lebih dari dua tahun bergelut dalam dunia hukum sebagai paralegal di Kantor Hukum Togar Situmorang Bali dan Jakarta.

Alexander Gracia Situmorang alias Arga SH yang lahir di Jakarta berdarah Medan ini cukup panjang untuk meraih gelar yang syah sebagai Advokat, ketika ditanya para wartawan seusai pengangkatan sumpah di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dirinya mengungkapkan rasa sangat bersyukur bisa mewujudkan mimpinya sebagai advokat.

“Puji Tuhan, saya bersyukur dari atas segalanya, dapat menjalani proses step by step untuk menjadi seorang advokat. Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan do’a semua pihak, terutama keluarga dan ayah sekaligus pimpinan saya, bapak Togar Situmorang sebagai mentor selama saya bergabung di kantor Hukum dan Abang Axl Mattew Situmorang, SH,MH(c).,CCD serta terima kasih juga saya ucapkan kepada teman-teman yang tak henti-hentinya memberikan support sehingga saya bisa menjadi Advokat,” pungkas Alexander Ricardo Gracia Situmorang SH, di Jakarta. (Tim)

Continue Reading

Global

LPD Simbol dari Kekuatan Mandiri Ekonomi Masyarakat Bali

Published

on

By

Denpasar – Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap. CEO Koperasi Cendekia Praja Bhakti, sangat mengagumi sosok Prof. Dr. Ida Bagus Mantra karena perannya yang luar biasa dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan yang berbasis budaya dan spiritualitas Bali. Prof. Ida Bagus Mantra, yang lahir pada 8 Mei 1928, dikenal tidak hanya sebagai Gubernur Bali tetapi juga sebagai pionir dalam mengembangkan konsep ekonomi kerakyatan yang menghargai kearifan lokal dan nilai-nilai agama Hindu.

Salah satu kebijakan revolusioner yang diinisiasi oleh Prof. Ida Bagus Mantra adalah penguatan peran desa adat melalui Lembaga Perkreditan Desa (LPD), yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 1986. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) pertama kali diprakarsai oleh Gubernur Bali saat itu, Prof. Ida Bagus Mantra, setelah pada tahun 1985 beliau berkunjung ke Sumatra Barat. Di sana, beliau mengamati keberhasilan Lembaga Keuangan milik adat yang bernama “Lumbung Pitih Nagari”, yang berkembang dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.

Terinspirasi oleh keberhasilan Lumbung Pitih Nagari, Prof. Ida Bagus Mantra mengadopsi konsep serupa dan mengimplementasikannya di Bali dengan nama Lembaga Perkreditan Desa (LPD). LPD didirikan dengan tujuan utama untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa melalui sistem keuangan yang dikelola secara adat, yang dalam hal ini berarti melibatkan peran aktif dan partisipasi masyarakat setempat.

Ni Wayan Sukarni, S.Sos., M.Ap , menyoroti keberhasilan LPD dalam meningkatkan pendapatan desa adat sebagai bukti keberhasilan kebijakan Prof. Ida Bagus Mantra dalam memajukan ekonomi kerakyatan tanpa mengabaikan identitas budaya lokal. Lebih jauh lagi, penguatan lima pilar tradisi Bali – agama, seni, budaya, bahasa, dan ekonomi – menunjukkan dedikasi beliau dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Bali. “Konsep Tri Hita Karana yang diusung oleh Prof. Ida Bagus Mantra adalah pondasi yang kuat dalam mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan pelestarian budaya dan spiritualitas,” ujar Ni Wayan Sukarni.

Sebagai sebuah lembaga ekonomi kerakyatan, LPD memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari lembaga keuangan lainnya. Pertama, LPD dikelola secara lokal oleh desa adat, sehingga pengelolaan dan keputusan yang diambil lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Kedua, keuntungan yang dihasilkan oleh LPD tidak hanya dinikmati oleh individu tertentu, tetapi juga digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan desa secara keseluruhan.

LPD berfungsi sebagai wadah untuk mengelola dana masyarakat, memberikan pinjaman dengan bunga rendah, serta menyediakan berbagai layanan keuangan lainnya. Keberadaan LPD telah memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat desa untuk mendapatkan modal usaha, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

Peran LPD dalam ekonomi kerakyatan masyarakat Bali sangat signifikan. Selain sebagai lembaga keuangan, LPD juga berperan dalam melestarikan budaya dan nilai-nilai adat Bali. Dengan sistem pengelolaan yang berbasis pada kearifan lokal, LPD membantu menjaga harmoni sosial dan memperkuat ikatan antarwarga desa.

Secara keseluruhan, LPD bukan hanya sekadar lembaga keuangan, tetapi juga merupakan simbol dari kemandirian dan kekuatan ekonomi masyarakat Bali. Melalui LPD, masyarakat desa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka sendiri, tanpa terlalu bergantung pada pihak luar. Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan mengoptimalkan potensi lokal dan menerapkan sistem yang berbasis pada kearifan lokal, masyarakat desa adat dapat mencapai kesejahteraan dan kemakmuran yang berkelanjutan.

TEAM | Foto: Ist.

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku