Connect with us

Mangku Bumi

ATMOSFER

Published

on


Benarkah ketidaktahuan (ketersesatan) akan terus kita biarkan untuk diwarisi anak cucu, benarkah kekacauan seperti ini yang dimaksud berkehidupan, segenap kekacauan yang kita perotontontkan atas kehendak hidup itu, yang kuat menindas yang lemah, yang berkuasa memperbudak yang tak berdaya

Hidup berselimut retorika basi, berputar-putar dalam prasangka dan ilusi, hidup berpura-pura bahagia menghayalkan sorga setelah mati, hidup yang penuh memori penderitaan yang akan dibawa ke alam kubur, halnya juga ada baiknya menemukan jati diri masing-masing sebelum berbicara jati diri bangsa, karena bangsa terdiri dari sekumpulan diri-diri pembentuk jati diri bangsanya

Langit yang semula kosong telah mendelegasikan kekuatan hidupnya kepada bumi, yang semula tiada wujud itu memanifestasikan kekuatan pemeliharaan hidup kepada ibu bumi, guna menumbuhkan dan untuk keberlangsungan kehidupan-kehidupan selanjutnya, dan kesempurnaan kekuatan pemeliharaan itu berakhir pada berwujudnya semesta biologis tubuh manusia yang berkesadaran hidup sempurna, awal-akhir

Yang tiada wujud mengakhiri perwujudan’nya pada kesempurnaan yang mengejawantah, di awali oleh ibu bumi diakhiri oleh tubuh sempurna manusia, dan di kesempurnaan sadarnya itu maha hidup mengakhiri perwujudan dirinya, yang selanjutnya menjadi jalan mencipta melalui tubuh yang dikendarai’nya

Bumi mengawali sepak terjang perlindungan pun pemeliharaan hidup dengan pembentukan atmosfer, demikian halnya kesadaran hidup yang digetarkan manusia itu sendiri yang menentukan atmosfer kehidupan yang terbentuk, getaran kesadaran hidup itulah penentu kemana arah kehidupan mengarah, getaran kesadaran hidup itu pulalah potensi mempengaruhi gerak alam, halnya yang bisa disebut Maha Hidup yang sempurna adalah yang mencapai kesadaran sempurna

Celakanya orang-orang yang merasa diri sakti lebih senang menggunakan kemampuanya untuk hal-hal remeh temeh, membaca apa yang ada di tubuh orang lain, yang seharusnya digunakan membaca apa yang ada di tubuhnya sendiri yang lebih berguna untuk hidup yang sedang di jalani, mereka memilih membuat karma buruk untuk hidupnya sendiri, menjadi penguntit kemajuan orang lain untuk menjegal bahkan mencuri, untuk menghalangi karena rasa takut tersaingi , tubuhmu untukmu, demikian tubuh-tubuh yang lain

Jika di awal Maha Hidup yang kosong tiada wujud itu yang mewujudkan semesta, di tubuh semesta biologis ini dia adalah yang sama yang menciptakan tubuh semesta biologis, dialah juga purusha utama yang tiada wujud yang berkesadaran hidup sempurna di tubuh ini,  yang hidup di luar sana dan yang hidup di dalam tubuh ini tunggal terkoneksi, ketunggalan itulah jalan untuk mendelegasikan kekuatan ciptanya harus mencapai kosong yang sama seperti yang awal mula mencipta semesta dan perangkat tubuh semesta biologis penggerak kehendak hidupnya seusia kebutuhan pemeliharaan hidupnya

Atlantia Ra


Mangku Bumi

Enjoy The Taste of The Legendary Pupuan Coffee, Under The Clove Tree

Published

on

By

PUPUAN – In a small village called Pupuan, located at the foot of Mount Batukaru, Bali, there is a legend that lives in the aroma and taste of coffee. Here, green coffee plantations spread out, under the shade of towering clove trees. This combination is not just a beautiful sight, but also a symbol of the harmony and warmth felt by every Pupuan coffee drinker.

Pupuan Coffee is not ordinary coffee. From the beans lovingly hand-picked by local farmers, to the traditional processing process that maintains the purity of the taste, this coffee carries ancestral heritage in every sip. The strong, rich aroma of coffee reminds us of the persistent spirit of farmers, while the complex flavors reflect the long history and rich culture of the land of Bali.

Under the shady clove tree, the fragrant aroma of clove flowers mixes with the fragrance of freshly brewed coffee, creating an alluring symphony of the senses. Clove trees and coffee trees complement each other, like two inseparable old friends. Cloves, with their distinctive fragrance, provide an exotic touch and add depth to the aroma of Pupuan coffee, making it even more special.

The philosophy behind this harmony is simple but profound. Coffee and cloves, although different in form and function, share one thing in common: they both bring pleasure and a fragrance that can warm the soul. They teach us about togetherness and complementarity, that from differences a perfect harmony can be created.

Enjoying a cup of Pupuan coffee under a clove tree is an experience that brings us closer to nature and Bali’s cultural heritage. It’s a moment to soak in every sip, appreciate every aroma, and reflect on the meaning behind every taste. Like coffee and cloves, life is full of fragrance and pleasure that can be found in togetherness and harmony.

So, if one day you have the opportunity to visit Pupuan, take the time to sit under the clove tree, with a cup of Pupuan coffee in hand. Feel this legend alive in every aroma and taste, and let your heart be one with the beauty and philosophy contained within.

By: Ngurah Sigit

The author is a sociologist, cultural observer and media observer

Continue Reading

Daerah

Apresiasi Tinggi Kepada Koster, Produk Arak Bali Dapat Dinikmati Tamu Mancanegara

Published

on

By

BADUNG – Peringatan Hari Arak Bali ke-2 yang berlangsung meriah pada, Senin (Soma Kliwon, Wariga) 29 Januari 2024 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Ungasan, Badung mendapat berbagai ucapan terimakasih, baik dari petani, perajin, sampai pengusaha lokal.

Seperti yang disampaikan Petani Arak Bali asal Desa Tri Eka Bhuana, Kecamatan Sidemen, Karangasem, I Gede Artayasa. Ia mewakili petani Arak Bali di Desa Tri Eka Bhuana menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Gubernur Bali periode 2018 – 2023, Wayan Koster yang telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Kata Gede Artayasa, bahwa sebelum ada Pergub Nomor 1/2020, Arak Bali masih jarang diperkenalkan dan selalu dianggap sebagai minuman yang berada di bawah dari pada minuman impor yang terjual di Bali. Namun sekarang Saya sering datang ke bar, ke hotel dan restaurant ternyata sudah banyak tertata yang namanya Arak Bali. Maka dari pada itu, Saya sebagai petani apresiasi Pergub Nomor 1/2020 yang diperjuangkan Wayan Koster, karena Arak Bali sudah bisa naik kelas dan mudah – mudahan bisa bersaing dengan minuman impor di Bali.

Adanya Peringatan Hari Arak Bali ke-2, Saya juga berharap mudah – mudahan peringatan ini menjadi ajang promosi Arak Bali, sehingga kekayaan warisan budaya Bali ini mampu memberikan kesejahteraan bagi petani Arak Bali.

“Sekali lagi, Saya apresiasi Pergub Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Dulu kami mengalami hambatan distribusi, sekarang Kami aman berproduksi, sampai – sampai Arak Bali-nya dikemas secara elegan lengkap dengan pita cukai,” ujar Petani Arak Bali, I Gede Artayasa seraya mengungkapkan di Desa Tri Eka Bhuana merupakan Desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani Arak Bali.

Sementara Direktur PT Dewan Arak Bali, I Nyoman Juli Arsana memanfaatkan Peringatan Hari Arak Bali ke-2 sebagai ajang untuk melaporkan kepada publik terkait perkembangan produksi Arak Bali yang telah dikemas menarik disertai memiliki identitas yang unik serta lengkap memakai Aksara Bali dengan cita rasa dan aroma yang berkualitas.

Nyoman Juli Arsana mengungkapkan, sejak tahun 2020 sampai sekarang jumlah produk Arak Bali sudah mencapai 45 merek (45 merek berdasarkan data Asosiasi Tresnaning Arak Berem Bali, Tahun 2024, red) dan awalnya tidak ada yang mau memproduksi Arak Bali, tetapi sekarang Arak Bali sudah bisa masuk di hotel – hotel internasional, salah satunya Marriot Group.

“Saya secara pribadi juga sudah mengirim produk Arak Bali ke PT Dufrindo Internasional dan Dutyfree IDP juga ada yang menerima Arak Bali untuk dijual di outlet – outlet keberangkatan internasional sampai domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Hal ini menandakan produk Arak Bali sudah bisa dinikmati atau di beli oleh orang asing untuk dibawa ke negaranya masing – masing sebagai oleh – oleh khas Bali,” ujar Nyoman Juli Arsana.

Sedangkan Ketua Umum Tresnaning Arak Berem Bali, Ida Bagus Putu Adnyana menyatakan nada yang sama. Kata dia, produk Arak Bali memang betul secara berangsur – angsur sudah mulai dilirik oleh hotel di Bali. “Ada 31 hotel sudah mengambil Arak Bali dibawah manajemen Marriot Group. Dulu Arak Bali dianggap sebelah mata, karena kalah bersaing dari produk impor.

Namun karena Arak Bali dikenalkan oleh Pak Wayan Koster, sekarang astungkara produk Arak Bali sudah dipakai oleh hotel dan petani-pun dibuat tersenyum,” ungkapnya sembari memohon bantuan ke Pemerintah agar pita cukai produk Arak Bali diturunkan dan berpihak ke produk lokal, karena saat ini pita cukai Arak Bali dinaikan harganya dari Rp 80 ribu menjadi Rp 101 ribu.(tim)

Continue Reading

Mangku Bumi

Hanoman Pengabdi, Pelayan Setia Rama

Published

on

By

Ilustrasi : Hanoman

DENPASAR – Di antara mozaik cerita Hindu yang kaya dan kompleks, Hanoman berdiri sebagai sosok yang tak hanya heroik tetapi juga mendalam secara spiritual. Dalam epik Ramayana, Hanoman adalah lebih dari sekadar pelayan setia Rama; ia adalah perwujudan dari keberanian, kesetiaan, dan kekuatan yang transenden. Kisahnya memadukan elemen mitologi, spiritualitas, dan simbolisme yang mendalam, menjadikan Hanoman tokoh yang menarik dan berpengaruh dalam budaya Hindu.

Hanoman lahir dari Anjani, seorang wanara wanita yang sebelumnya adalah bidadari Punjikastala, dikutuk menjadi wanara hingga melahirkan Hanoman, anak Siwa. Kisah ini bercampur dengan versi lain yang menyebutkan bahwa Hanoman adalah hasil hubungan Dewa Bayu dan Anjani. Setiap versi menegaskan kelahiran Hanoman sebagai peristiwa yang diliputi oleh keajaiban dan takdir besar.

Dalam Ramayana, Hanoman memainkan peran sentral. Ia tidak hanya menjadi pelayan yang setia kepada Rama, tetapi juga seorang pejuang yang tak terkalahkan dan cerdik. Pengabdiannya kepada Rama, awatara Dewa Wisnu, mencapai puncak dalam pencarian dan penyelamatan Dewi Sita, yang diculik oleh Rahwana. Dalam misi ini, Hanoman tidak hanya menunjukkan keberanian fisik dan kecerdasan, tetapi juga ketulusan hati dan pengabdian yang tak tergoyahkan. Dalam salah satu momen paling ikonik, Hanoman membuka dadanya untuk menunjukkan bahwa setiap helai rambutnya bertuliskan nama Rama, sebuah tindakan yang secara simbolis menunjukkan pengabdian mutlaknya.

Lebih dari sekadar pelayan setia, Hanoman adalah penjelmaan dari prinsip Dharma keadilan dan tatanan moral yang menjadi inti ajaran Hindu. Pengabdiannya kepada Rama tidak hanya sebagai seorang raja, tetapi lebih sebagai manifestasi dari kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Di sini, Hanoman mewakili ide bahwa pengabdian sejati melampaui kepatuhan buta; ia adalah tentang memahami dan berpartisipasi dalam perjuangan yang lebih besar demi kebenaran dan keadilan.

Hanoman juga memainkan peran penting dalam pertempuran melawan Rahwana. Keberaniannya dalam berhadapan dengan musuh, kemampuannya menyusup ke Alengka, dan kebijaksanaannya dalam memberikan nasihat kepada Rama dan Laksamana, semua merupakan manifestasi dari dedikasinya yang tidak tergoyahkan terhadap Dharma dan Rama.

Dalam kebudayaan Hindu kontemporer, Hanoman dihormati dan dipuja sebagai pelindung. Banyak kuil yang didedikasikan untuknya di India, menjadi tempat suci bagi penganutnya. Pemujaan Hanoman menunjukkan kekuatan dan pengaruhnya dalam kebudayaan Hindu, di mana ia dianggap sebagai pengusir kejahatan dan pembawa perlindungan.

Peran Hanoman tidak terbatas pada Ramayana saja. Ia juga muncul dalam Mahabharata, menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang melintasi zaman dan cerita, mewakili nilai-nilai universal dan abadi. Dalam konteks ini, Hanoman muncul sebagai saksi dalam salah satu momen paling krusial dan terkenal dalam Mahabharata: percakapan antara Krisna dan Arjuna yang dikenal sebagai Bhagavad Gita.

Bhagavad Gita terjadi di medan Kurukshetra, tepat sebelum dimulainya Perang Bharatayuda. Arjuna, salah satu Pandawa, menghadapi dilema moral yang mendalam saat harus berperang melawan saudara-saudaranya, guru-gurunya, dan teman-temannya di pihak Korawa. Krisna, yang menjadi kereta perang Arjuna dan juga avatar Dewa Wisnu, memberikan nasihat spiritual kepada Arjuna yang berada dalam kebingungan.

Hanoman, yang dikenal karena kesetiaannya kepada Rama (juga inkarnasi Dewa Wisnu), dikatakan hadir pada bendera kereta Arjuna, menyaksikan dan mendengarkan seluruh percakapan. Hanoman menjadi simbol perlindungan dan keberuntungan bagi Arjuna dalam pertempuran. Kehadirannya juga menandakan kesinambungan spiritual antara Ramayana dan Mahabharata, serta persatuan antara avatar-avatar Wisnu.

Dalam Bhagavad Gita, Hanoman secara simbolis menghubungkan Arjuna dengan ajaran-ajaran Rama, menegaskan pentingnya menjalankan dharma dan bertindak sesuai kebenaran. Sebagai saksi, Hanoman menguatkan pesan spiritual yang disampaikan oleh Krisna, yang tidak hanya penting untuk Arjuna tetapi juga bagi seluruh umat manusia dalam memahami tugas dan tanggung jawab mereka.

Kehadiran Hanoman dalam Bhagavad Gita menambahkan dimensi yang lebih dalam kepada percakapan antara Krisna dan Arjuna. Ia mewakili pengabdian yang tak tergoyahkan dan perlunya mempertahankan nilai-nilai spiritual dan moral dalam menghadapi tantangan. Hanoman, melalui kesaksiannya, menjadi perantara antara manusia dan ilahi, mengajarkan bahwa pengabdian kepada dharma dan kebenaran adalah jalan untuk mencapai keselarasan spiritual dan kebijaksanaan hidup.

Lebih jauh, Hanoman mengajarkan tentang pentingnya pengabdian tanpa pamrih dan kekuatan hati dalam menghadapi tantangan. Ceritanya menginspirasi nilai-nilai keberanian, kesetiaan, dan kebijaksanaan. Dalam setiap aksinya, Hanoman mengajarkan kita untuk mengatasi rintangan dengan kecerdasan, keberanian, dan hati yang tulus.

Hanoman, telah menjadi sumber inspirasi bagi beragam tokoh dunia, merentang dari pemimpin spiritual hingga seniman dan pemikir. Karakternya yang melambangkan kekuatan, kesetiaan, dan dedikasi, telah menarik perhatian dan penghormatan di berbagai lingkaran.

Kecintaan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, kepada Hanoman bukanlah rahasia. Sebagai tokoh sentral dalam epik Hindu, Hanoman menggambarkan keberanian, kesetiaan, dan kekuatan moral, nilai-nilai yang menarik perhatian Obama. Locket Hanoman yang sering terlihat dipakainya bukan sekadar perhiasan, tetapi simbol dari kedalaman apresiasi dan penghormatan Obama terhadap kekayaan spiritual dan mitologis yang Hanoman wakili.

Obama, dikenal karena latar belakang dan pengalamannya yang multikultural, seringkali menekankan pentingnya keragaman budaya dan kebijaksanaan dalam kepemimpinannya. Dalam Hanoman, ia menemukan representasi dari prinsip-prinsip ini. Hanoman, yang dikenal akan pengabdiannya yang tak tergoyahkan kepada Rama dan perannya yang penting dalam Ramayana, menjadi metafora bagi keberanian moral dan dedikasi yang Obama anggap penting dalam kepemimpinan.

Penggunaan locket Hanoman oleh Obama juga mengirim pesan yang kuat tentang pentingnya inklusivitas dan pengakuan terhadap keragaman budaya. Dengan menghargai simbol dari tradisi yang jauh berbeda dari latar belakangnya sendiri, Obama membuktikan bagaimana nilai-nilai universal dapat menyeberangi batas-batas budaya dan agama.

Lebih jauh lagi, kisah Hanoman yang menampilkan pengorbanan diri, ketabahan, dan kecerdasan, menginspirasi banyak aspek dari kebijakan dan pidato Obama. Hanoman, sebagai sosok yang melampaui batas waktu dan ruang, menjadi inspirasi bagi Obama dalam menyampaikan pesan tentang persatuan, kekuatan batin, dan pentingnya bertindak sesuai dengan dharma atau tugas moral.

Penghormatan Obama terhadap Hanoman menunjukkan bagaimana tokoh mitologi bisa memiliki dampak yang mendalam bahkan pada pemimpin dunia, membawa pesan-pesan yang melampaui budaya dan era. Kisah Hanoman, dengan kekuatan dan pesonanya, bukan hanya relevan dalam konteks tradisi Hindu, tetapi juga dalam dialog global tentang nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan spiritual.

Hanoman, dengan kisahnya yang kaya dan penuh lapisan makna, menjadi lebih dari sekadar tokoh mitologi; ia adalah ikon dari pengabdian, keberanian, dan spiritualitas yang mendalam. Kisahnya tidak hanya berakar dalam tradisi kuno, tetapi juga terus hidup dan bernafas dalam praktik keagamaan dan budaya modern. Melalui Hanoman, kita diajak menggali nilai-nilai yang mendalam dan abadi, mencari inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, dan menghargai kekuatan rohani yang dapat membimbing kita melalui tantangan dan cobaan. (Tim)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku