Connect with us

Global

AJAFA 21 RLF DISELENGGARAKAN DI KUTA DENGAN PENUH KEHANGATAN SEBUAH PERSAHABATAN

Published

on


Gatra Dewata | KUTA | Acara yang cukup meriah yang dihadiri oleh Sekitar 150 orang dalam kegiatan ASEAN Japan Friendship Association for the 21stCentury Regional Leaders Forum (AJAFA-21 RLF) ke-25 yang akan diselenggarakan di Kutabex Kuta Bali, 5 Oktober 2019.

Antusiasme peserta yang berasal dari 8 negara ASEAN dan Jepang, sedangkan dua negara ASEAN lainnya, Singapore dan Brunai Darusalam, berhalangan mengirimkan wakilnya pada pertemuan kali ini.

Presiden Kappija-21 (Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21), Mulyono Lodji, ketika dikonfirmasi media Gatra Dewata ini terkait kesiapan pelaksanaan event internasional tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah siap menggelar acara RLF dimaksud.

“Panitia sudah mempersiapkan acaranya dengan baik, hampir 100 persen telah siap. Peserta yang sudah konfirmasi akan hadir di acara ini lebih dari 150 orang,” ungkap Mulyono yang merupakan alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang angkatan tahun 2001.

Ketua Panitia AJAFA-21 RLF 2019, Yusron Fuadi, menjelaskan bahwa dari jumlah peserta yang akan hadir, delegasi dari Kamboja menempati urutan pertama terbanyak dengan total peserta 44 orang, terdiri dari 17 pria dan 27 wanita.

Jepang menjadi negara pengirim delegasi terkecil dengan jumlah peserta 3 orang.

Sementara itu, Indonesia mengirimkan 33 peserta.

“Dari segi jumlah delegasi yang akan hadir, RLF kali ini cukup besar pesertanya. Antusiasme kawan-kawan alumni dari negara-negara ASEAN cukup besar untuk datang ke Bali, mengikuti acara yang dirancang untuk membangun persahabatan dan kerjasama antar masyarakat negara-negara Asean maupun Jepang,” jelas Yusron, alumni progam ini yang berangkat ke Jepang pada tahun 1996.

Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia yang menjadi sponsor utama kegiatan Kappija-21 selama ini, akan hadir dalam helatan tahunan AJAFA-21 itu. Tidak tanggung-tanggung, Chief Representative JICA, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama tiga pejabat program officers-nya akan hadir pada acara pembukaan RLF ke-25 yang dipusatkan di Kutabex Beach Front Hotel, Jalan Pantai Kuta, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, ini. Selain itu, pejabat dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia juga akan hadir dan memberikan materi kunci (keynote speech) di pembukaan acara tersebut.

“Alhamdulillah, dari JICA akan hadir Chief Representative JICA Indonesia Office, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama beberapa pejabat JICA lainnya. Juga dari Kedubes Jepang, Mr. Jinno KOSUKE, pejabat bagian kerjasama ekonomi, akan hadir dan memberikan keynote speech di opening ceremony RLF Bali nanti,” imbuh Yusron.

Sebagai informasi, Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 adalah sebuah kegiatan pengiriman pemuda-pemudi Indonesia calon pemimpin bangsa di abad ke-21. Program ini merupakan gagasan dari mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, yang dimulai sejak tahun 1984. Angkatan-angkatan awal dari program tersebut kini sudah banyak yang menduduki jabatan penting di negeri ini, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional.

Yuherman Yusuf, anggota DPRD Riau tiga periode, merupakan salah satu alumni yang berangkat ke Jepang tahun 1984 bersama Patrialis Akbar, mantan hakim MK. Di tingkat nasional, ada Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian, Ketua Umum Golkar), Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri, Politikus PDI-P), Ferdiasyah (Anggota DPR RI, politisi Golkar), Rafdinal (Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal, Kemendes RI), dan Ilham Bintang (pemilik media mainstream Check & Recheck). Hingga saat ini, jumlah alumni program tersebut mencapai 4.200 orang tersebar di seluruh Indonesia, bekerja di berbagai bidang, baik pemerintah maupun swasta.

Selain Indonesia, Jepang juga menyelenggarakan program yang sama dengan negara-negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, semua negara ASEAN mempunyai organisasi asosiasi alumni program persahabatan negaranya dengan Jepang. Keseluruhan asosiasi alumni (10 organisasi) negara-negara ASEAN itu, ditambah satu asosiasi Jepang, bergabung dalam satu wadah organisasi di lingkup ASEAN Jepang yang diberi nama AJAFA-21 (ASEAN Japan Friendship Association for the 21st Century).

Organisasi AJAFA-21 mempunyai dua agenda pertemuan tahunan, yakni Executive Council Meeting (ECM) dan Regional Leaders Forum (RLF). ECM biasanya dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret tahun berjalan, sedangkan RFL di pertengahan hingga akhir tahun berjalan, menyesuaikan kesiapan negara tuan rumah. ECM maupun RLF dilaksanakan di negara-negara ASEAN secara bergilir. Kappija-21 mendapatkan giliran menjadi tuan rumah RLF tahun 2019 ini.

Menurut Sekretaris Jenderal Kappija-21, Wilson Lalengke, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam persiapan dan penyelenggaraan event RLF di Bali.

Hingga saat ini, empat perusahaan sponsor telah menyatakan siap mendukung dan membantu terselenggaranya acara dengan baik dan lancar. “Atas nama Pengurus Pusat Kappija-21 dan panitia, saya menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak, terutama para sponsor yang akan membantu kelancaran terselenggaranya acara AJAFA-21 RLF di Bali. Hingga saat ini, beberapa perusahaan sudah menyatakan siap bantu panitia, antara lain PT. Astra International, PT. WiKA (Persero), PT. Nindya Karya, dan PT. JNE,” ungkap Wilson Lalengke, alumni program persahabatan angkatan tahun 2000 ini.

Selain dukungan dan bantuan dari para sponsor, Wilson juga menyampaikan bahwa support dari pemerintah, termasuk Pemda Bali, juga sangat besar bagi terselenggaranya kegiatan RLF.

“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah baik pusat maupun Pemda Bali yang sudah mendukung kegiatan ini. Terutama pihak Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Bali. Tanpa kerjasama yang terjalin baik ini, niscaya kegiatan yang akan berlangsung tanggal 4 – 7 Oktober 2019. (Red)


Daerah

5 Faktor ‘K’ yang Membuat Java Lotus Hotel Kuasai Jember, Salah Satunya Dibenci Kaum Hawa

Published

on

By

Salah satu tipe.kamar di Java Lotus Hotel, Jember

GaraDewata.Com, Jember – Jika Anda cukup picky (pilih – pilih) dalam menentukan tempat bermalam, khususnya di Jember, maka Anda sudah mendapatkannya sekarang. Kami akan membawa anda ke Hotel paling dimais di pusat kota Jember: Java Lotus Hotel. Hotel ini menawarkan setidaknya 5 faktor berinisial K yang mampu membuat para tamunya betah long stay disini.

Faktor #1 Karyawan

Formasi karyawan Java Lotus Hotel saat mengikuti pelatihan

Java Lotus Hotel merupakan rumah bagi 40an karyawan, baik karyawan tetap maupun pekerja lepas. Mereka sangat welcome terhadap para tamunya dan ini bukan hanya terjadi di Kantor Depan, tapi menular ke area restoran hingga housekeeping. Indikatornya jelas, mereka murah senyum seolah hidup ini tanpa beban. Entah mereka sangat terlatih dibidang ini tapi tegur sapanya terlihat tulus. Disamping ramah, perilaku mereka juga sangat menyenangkan. Si kecil Lintang kerap mendapatkan perlakuan khusus saat makan di resto bawah. Yanis dari outlet KopiKOE bahkan sukses membujuk Lintang minum susu. What a treat!

Faktor #2 Kenyamanan

Kamar dan seluruh bagian hotel ini sangat nyaman

Hotel ini terlihat kecil dari depan. Tapi begitu masuk melewati lobby persepsi kita langsung berubah. Kamarnya kompak dengan fasilitas lengkap dan jendela super wide, jadi kaya akan natural light. Restonya juga lega dan sanggup melayani puluhan orang sekaligus. Ada sektor luar bagi perokok yang langsung terkoneksi ke cafe KopiKOE, dimana mereka menyediakan racikan kopi lokal. Restonya buka sampai jam 11 malam tapi layanan kamar berlanjut hingga pagi, alias 24/7. Di ujung tertinggi gedung ini mereka punya kolam infinity dengan pemandangan aerial kota nan cantik. Kolam ini bersebelahan dengan Sky Lounge dimana mereka menggelar pentas musik setiap akhir pekan. Spot ini pula yang kerap dijadikan saksi bisu bagi banyak hot couple menikmati romantic dinner. Bahkan, ada artis lokal yang pernah melakukannya.  Dibagian lainnya ada Cafe yang siap menyajikan minuman termasuk bir (di hotel lain belum tentu mereka menyediakan bir). Lalulintas makanan dari main kitchen kesini juga cukup padat karena banyaknya pesanan. Next, para tamu yang aktif dibidang olahraga bisa memanfaatkan fitness center di belakang Cafe, atau main ping-pong deket lift. Sekalinya check-in jadi males mau keluar hotel. Pokoke wis, nyaman.

Faktor #3 Kids friendly

Salah satu spot favorit anak – anak selain menikmati aneka mainan (game boards)

Selain faktor karyawan yang mengerti anak – anak, di pojokan Cafe ada beragam koleksi game boards. Kami menghabiskan waktu berjam – jam disini bersama si kecil. Kolam renangnya hanya berjarak belasan langkah dari sini. Habis itu kamipun renang. Tentu saja ada slot dangkal bagi anak – anak sehingga tidak perlu khawatir akan kelelep. Lintang berbisik sekembalinya ke kamar, “Deded, I want to stay here forever,” bisiknya.

Faktor #4 Kemana – mana deket

Hampir semua kebutuhan terjangkau dengan Becak

Ini baru yang namanya city hotel, mau ngapain aja deket. Toserba sekelas Matahari dan Lippo Mall terlihat jelas dari jendela kamar. Hanya butuh beberapa menit untuk menuju kesana. Kalau mau ke Gramedia, toko oleh – oleh, main ke alun – alun, apotik, toko HP dan lainnya bisa dengan berjalan kaki. Kalau mau turut berkontribusi terhadap ekonomi lokal cobalah gunakan jasa becak. Mode transportasi ini sangat tepat dan efisien untuk ekplorasi seputaran hotel. Staisun  kereta api juga sangat dekat, sekitar 10 menit naik becak. Tuh, kan, apa – apa deket dari kamar.

Faktor #5 Kuliner

Opsi sarapan melimpah, begitu juga untuk lunch dan dinner

Nah, ini dia faktor paling berbahaya di Java Lotus Hotel. Berat badan gampang naik kalau berlama – lama disini. Sepertinya skuad kitchen faham betul bagaimana memanjakan emosi para tamu melalui senam goyang lidah. Apa yang direkomendasikan para pramusaji berbanding lurus dengan apa yang akan Anda kunyah, semuanya enak. Opsi lunch dan dinner cukup beragam dan menggiurkan. Lebih parahnya lagi, menu sarapan di Java Lotus Hotel lengkap banget dan secara khusus disajikan mengikuti gaya turis lokal. Sajiannya mulai dari pecel, soto dan kari Ayam, aneka telur a la barat, buah potong, jajanan basah, roti panggang hingga sereal. Dari segi minuman ada opsi kopi/teh, healthy juice dan tentu saja air putih. Lantas, seberapa enak? Seorang ibu paruh baya di meja sebelah kami mengambil segunung jajanan basah (termasuk setumpuk waffle di piring satunya), tidak lama kemudian kembali ke meja prasmanan untuk membuat gunung tandingan, ia mengambil sepiring besar Kari Ayam beserta nasi dan aneka sambal. Semuanya ludes tanpa sisa. Uedan, rek!

GM Java Lotus Hotel, Jeffrey Wibisono (kacamata)

Sebagai bonus, jika Anda beruntung maka akan ada seseorang dengan gaya tanpa rambut (Jeffrey Wibisono) nyamperin saat makan di resto. Beliau adalah petinggi Java Lotus Hotel yang sekaligus bertanggungjawab atas semua Faktor K diatas. Ada segudang informasi, rekomendasi dan hal – hal berbau kalkulasi yang bisa ia tawarkan kepada siapa saja yang ia temui. You must meet him!<SWN>

Continue Reading

Daerah

Melalui Global Summit 2022, INSIDE FLOW Kampanyekan Aktivitas Yoga Tanpa Plastik

Published

on

By

GatraDewata, Gianyar – Kampanye Penggunaaan produk plastik sekali pakai yang diinisiasi Komunitas Inside Flow saat perhelatan Global Summit 2022 seakan menegaskan kembali komitmen mereka dalam isu pengendalian pemanasan bumi (Global warming) melalui simbolisasi gerakan Yoga yang dinamis.

Bertempat di The Mansion Hotel and Spa Ubud yang digelar selama enam hari sejak Sabtu (12/11). Kegiatan yang berskala internasional ini bertemakan ‘Say No to Single Use Plastic in Yoga Shala’.

Beberapa sosok pegiat Yoga Inside Flow yang turut ambil bagian di event bergengsi ini diantaranya Master Young Ho Kim (Germany) selaku founder Inside Flow; Lulu Soul (Korea) sebagai instruktur profesional Inside Flow; Rubecca (Hong Kong) yang merupakan instruktur junior Inside Flow; Annisa (Germany) yang merangkap sebagai instruktur junior sekaligus pembantu Young Ho Kim; Julia Tan (Singapura) yang hadir membawakan produk Matras Yoga ramah lingkungan berlabel HEARTBEAT; pasangan suami istri Martin Elianto dan Tasya Dante (Indonesia) merupakan instruktur senior dan juga sebagai person in charges untuk Inside Flow Indonesia, dibawah pengawasan the Founder; dan Ms. Air Ping yang merupakan representatif IntaYogaBali/The Eco Bazzar, juga bertugas untuk mengkampanyekan Say No to Single Use Plastic in Yoga Hall.

Sebagaimana dipaparkan oleh Martin bahwa Inside Flow merupakan yoga jenis lain, dimana mereka menggunakan musik sebagai panduan bergerak dan bernafas, tidak menggunakan mantra – mantra. Inilah yang disinyalir membuat Inside Flow Yoga lebih populer daripada yoga-yoga lain di Indonesia. “Mengingat populasi di Indonesia mayoritas Muslim, dimana yoga menggunakan mantra kurang masuk/cocok bagi mereka. Oleh karena itu mereka lebih menyukai model Inside Flow,” terang pasangan terdebut lugas. Mereka juga menambahkan jika Inside Flow kini sudah hadir di empat lokasi di Indonesia yang meliputi Bogor, Jakarta, Surabaya dan Denpasar.

Botol air yang bisa digunakan berulangkali sebagai pengganti botol plastik.

Mereka juga memaparkan awal mula kepeduliannya soal sampah plastik. Kami sering betkeliling Indonesia, termasuk Bali, dan sering melihat sampah plastik di pantai. Kami sangat prihatin dan coba menekankan untuk mengurangi sampah plastik. Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi menggunakan botol plastik. Ini tidak hanya berlaku di Bali tapi di seluruh Indonesia,” ungkapnya bergantian.

Dilain pihak, Young yang sudah berkiprah di dunia Yoga sejak tiga tahun lalu di Indonesia, tergugah untuk membawa Bali ke arah yang lebih bersih di kemudian hari. Ia menyadari jika Inside Flow hanya seujung kuku yang tidak akan memberikan dampak signifikan dalam memerangi polusi plastik. “Kita tidak bisa mengubah dunia. Kita hanya secuil diantara pengguna plastik di dunia. Sebagai guru Yoga saya bisa memulai dengan memberikan contoh, dan kemudian menginspirasi yang lain untuk turut melakukannya. Kita bisa memulai dengan 10 orang, 50 orang, 100 orang untuk memprakarsai program ini,” paparnya lugas.

Rubecca dan Anissa bahkan meminta waktu khusus untuk menyuarakan pesan penting terkait polusi plastik ini. “Kami ingin mengajak semua orang untuk mengatakan ‘tidak’ pada penggunaan botol plastik sekali pakai, dimanapun di dunia – bukan hanya di Bali, di Yoga studio, di restoran, dimanapun, kami ingin terbebas dari plastik sehingga kita bisa menyelamatkan planet ini lebih lama lagi,” ungkapnya semangat.

Di waktu terpisah Julia hadir memperkenalkan Matras Yoga (alas khusus untuk Yoga) buatan Indonesia namun didesain di Swiss, dimana produk ini memiliki ketahanan hingga puluhan tahun. “Yoga mat dan botol air merupakan alat penting yang kita butuhkan ketika melakukan yoga. Disinilah pentingnya menggunakan produk yang bisa digunakan berulangkali sehingga bisa mengurangi sampah. Yoga mat kami merupakan produk daur ulang yang sangat kuat dan ramah lingkungan,” terang Julia sembari mengatakan jika mereka belum mematok harga jual hingga saat ini.

Global Summit 2022 kali ini disinyalir mampu mendatangkan hampir 200 peserta dari 30 negara. 30 peserta dari Korea, sekitar 5 orang dari Jerman dan sisanya merupakan akumulasi dari negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

Young berharap event berikutnya pada February 2023 akan lebih akbar daripada tahun ini. (hd/sw)

Continue Reading

Global

Bantu Konsumen Kirim Paket Jumlah Besar, JNE Trucking Solusinya

Published

on

GATRA DEWATA | JAKARTA | Pengiriman yang terjangkau dan aman merupakan pilihan masyarakat pada umumnya, tentu pengiriman murah biasanya harus berjumlah besar. JNE mengeluarkan produk JNE Trucking (JTR) untuk melayani pengiriman dalam jumlah besar dengan menggunakan armada truk melalui darat dan laut dengan harga yang kompetitif.

Syarat utama adalah memiliki minimum berat paket yang dikirimkan adalah 10 Kg, berlaku juga untuk pengiriman motor, berlaku untuk pengiriman nasional, tidak berlaku garansi uang kembali (money back guarantee.

Kini untuk menjawab tantangan digital, JNE JTR menambahkan fungsi dengan pembayaran digital dengan nama JNE JTR Cashless. Ini diperuntukan untuk konsumen membeli barang  dari Shopee yang memiliki bobot lebih dari 10 kg, bisa diantar dengan jenis layanan ini dengan ongkos kirim yang relatif lebih murah.

Cara untuk menggunakan layanan JTR ini adalah, Setelah selesai berbelanja di Shopee dan akan melakukan pembayaran silahkan pilih pengiriman dengan jasa JNE Reguler, Ketika akan checkout, pada isian pesan kepada pihak seller, isikan pesan jika Anda ingin menggunakan layanan pengiriman dengan JTR atau Anda bisa lebih dahulu negosiasi dengan pihak seller untuk menggunakan layanan JTR pada saat proses pengiriman barang.

Setelah deal harga dan ongkos kirim, maka biasanya akan ditambahkan harga ongkos kirim sesuai dengan berat dan harga yang ditetapkan oleh pihak JNE.

Menggunakan layanan dari JNE JTR Cashless bisa dipertimbangkan ketika anda ingin mengirim barang dengan bobot yang cukup berat.

Hal ini dikarenakan harga ongkos kirimnya yang cukup lumayan terjangkau jika dibanding dengan jasa ekspedisi laiinya, serta jaminan keselamatan barang karena sudah diasuransikan. (RA)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku