Connect with us

Daerah

5 Faktor ‘K’ yang Membuat Java Lotus Hotel Kuasai Jember, Salah Satunya Dibenci Kaum Hawa

Published

on


Salah satu tipe.kamar di Java Lotus Hotel, Jember

GaraDewata.Com, Jember – Jika Anda cukup picky (pilih – pilih) dalam menentukan tempat bermalam, khususnya di Jember, maka Anda sudah mendapatkannya sekarang. Kami akan membawa anda ke Hotel paling dimais di pusat kota Jember: Java Lotus Hotel. Hotel ini menawarkan setidaknya 5 faktor berinisial K yang mampu membuat para tamunya betah long stay disini.

Faktor #1 Karyawan

Formasi karyawan Java Lotus Hotel saat mengikuti pelatihan

Java Lotus Hotel merupakan rumah bagi 40an karyawan, baik karyawan tetap maupun pekerja lepas. Mereka sangat welcome terhadap para tamunya dan ini bukan hanya terjadi di Kantor Depan, tapi menular ke area restoran hingga housekeeping. Indikatornya jelas, mereka murah senyum seolah hidup ini tanpa beban. Entah mereka sangat terlatih dibidang ini tapi tegur sapanya terlihat tulus. Disamping ramah, perilaku mereka juga sangat menyenangkan. Si kecil Lintang kerap mendapatkan perlakuan khusus saat makan di resto bawah. Yanis dari outlet KopiKOE bahkan sukses membujuk Lintang minum susu. What a treat!

Faktor #2 Kenyamanan

Kamar dan seluruh bagian hotel ini sangat nyaman

Hotel ini terlihat kecil dari depan. Tapi begitu masuk melewati lobby persepsi kita langsung berubah. Kamarnya kompak dengan fasilitas lengkap dan jendela super wide, jadi kaya akan natural light. Restonya juga lega dan sanggup melayani puluhan orang sekaligus. Ada sektor luar bagi perokok yang langsung terkoneksi ke cafe KopiKOE, dimana mereka menyediakan racikan kopi lokal. Restonya buka sampai jam 11 malam tapi layanan kamar berlanjut hingga pagi, alias 24/7. Di ujung tertinggi gedung ini mereka punya kolam infinity dengan pemandangan aerial kota nan cantik. Kolam ini bersebelahan dengan Sky Lounge dimana mereka menggelar pentas musik setiap akhir pekan. Spot ini pula yang kerap dijadikan saksi bisu bagi banyak hot couple menikmati romantic dinner. Bahkan, ada artis lokal yang pernah melakukannya.  Dibagian lainnya ada Cafe yang siap menyajikan minuman termasuk bir (di hotel lain belum tentu mereka menyediakan bir). Lalulintas makanan dari main kitchen kesini juga cukup padat karena banyaknya pesanan. Next, para tamu yang aktif dibidang olahraga bisa memanfaatkan fitness center di belakang Cafe, atau main ping-pong deket lift. Sekalinya check-in jadi males mau keluar hotel. Pokoke wis, nyaman.

Faktor #3 Kids friendly

Salah satu spot favorit anak – anak selain menikmati aneka mainan (game boards)

Selain faktor karyawan yang mengerti anak – anak, di pojokan Cafe ada beragam koleksi game boards. Kami menghabiskan waktu berjam – jam disini bersama si kecil. Kolam renangnya hanya berjarak belasan langkah dari sini. Habis itu kamipun renang. Tentu saja ada slot dangkal bagi anak – anak sehingga tidak perlu khawatir akan kelelep. Lintang berbisik sekembalinya ke kamar, “Deded, I want to stay here forever,” bisiknya.

Faktor #4 Kemana – mana deket

Hampir semua kebutuhan terjangkau dengan Becak

Ini baru yang namanya city hotel, mau ngapain aja deket. Toserba sekelas Matahari dan Lippo Mall terlihat jelas dari jendela kamar. Hanya butuh beberapa menit untuk menuju kesana. Kalau mau ke Gramedia, toko oleh – oleh, main ke alun – alun, apotik, toko HP dan lainnya bisa dengan berjalan kaki. Kalau mau turut berkontribusi terhadap ekonomi lokal cobalah gunakan jasa becak. Mode transportasi ini sangat tepat dan efisien untuk ekplorasi seputaran hotel. Staisun  kereta api juga sangat dekat, sekitar 10 menit naik becak. Tuh, kan, apa – apa deket dari kamar.

Faktor #5 Kuliner

Opsi sarapan melimpah, begitu juga untuk lunch dan dinner

Nah, ini dia faktor paling berbahaya di Java Lotus Hotel. Berat badan gampang naik kalau berlama – lama disini. Sepertinya skuad kitchen faham betul bagaimana memanjakan emosi para tamu melalui senam goyang lidah. Apa yang direkomendasikan para pramusaji berbanding lurus dengan apa yang akan Anda kunyah, semuanya enak. Opsi lunch dan dinner cukup beragam dan menggiurkan. Lebih parahnya lagi, menu sarapan di Java Lotus Hotel lengkap banget dan secara khusus disajikan mengikuti gaya turis lokal. Sajiannya mulai dari pecel, soto dan kari Ayam, aneka telur a la barat, buah potong, jajanan basah, roti panggang hingga sereal. Dari segi minuman ada opsi kopi/teh, healthy juice dan tentu saja air putih. Lantas, seberapa enak? Seorang ibu paruh baya di meja sebelah kami mengambil segunung jajanan basah (termasuk setumpuk waffle di piring satunya), tidak lama kemudian kembali ke meja prasmanan untuk membuat gunung tandingan, ia mengambil sepiring besar Kari Ayam beserta nasi dan aneka sambal. Semuanya ludes tanpa sisa. Uedan, rek!

GM Java Lotus Hotel, Jeffrey Wibisono (kacamata)

Sebagai bonus, jika Anda beruntung maka akan ada seseorang dengan gaya tanpa rambut (Jeffrey Wibisono) nyamperin saat makan di resto. Beliau adalah petinggi Java Lotus Hotel yang sekaligus bertanggungjawab atas semua Faktor K diatas. Ada segudang informasi, rekomendasi dan hal – hal berbau kalkulasi yang bisa ia tawarkan kepada siapa saja yang ia temui. You must meet him!<SWN>


Daerah

Selesaikan Masalah Sampah dengan U – Theory

Published

on

DENPASAR – Sampah merupakan kondisi yang sangat pelik bila tidak diselesaikan segera, kondisi yang selalu menumpuk membuat posisinya menjadi ‘urgent’ untuk ditangani segera.

Sumbangsih pemikiran dari seorang I Wayan Kastawan lulus dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Bali-Indonesia (1996). Ia juga memperoleh gelar Sarjana Teknik (ST.), kemudian tahun 2000 melanjutkan studi tingkat Magister di Sheffield Hallam University, Inggris dengan gelar Master of Arts (MA) in Heritage Management, dan di tahun 2006 meneruskan studi tingkat doktoral di Nagoya Intitute of Technology, Jepang pada bidang Architecture – Human Space Program dengan gelar Doctor of Engineering (Dr.Eng.), serta di tengah tahun 2020 menyelesaikan Pendidikan Profesi Insinyur dan berhak menyandang gelar profesi “Insinyur (Ir.).

Selain pendidikan formal diatas, juga pernah mengikuti pendidikan Executive Leadership Program di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Sloan School of Management, Cambridge-USA melalui Program MIT – IDEAS Indonesia 5.0, dan terakhir mengikuti CoCLASS (Collaborative Creative Learning and Action for Sustainable Solutions) di Tsinghua University, Beijing – China.

“Saat ini, sebagai Dosen saya mencoba menerapkan pengalaman langsung cara belajar di sebuah Institute terbaik di Dunia, yaitu Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge-USA, khususnya Leadership Program untuk Pembangunan Keberlanjutan, “ceritanya.

Ketika dirinya belajar “U-Theory” dari pencetusnya langsung Prof Otto Scharmer seorang dosen yang dinobatkan sebagai dosen terbaik dunia tahun 2017. U-Theory itu ada Open Mind, Open Heart, dan Open Will.

Perkuliahan kali ini dirinya mencoba mempraktekan U-Theory dari proses Downloading, Seeing, Observing, Sensing, Presensing, Crystalysing dan Prototyping.

Keceriaan terpancar dari para anak didik di Program Magister Arsitektur Unud (S2) khususnya yang ngambil Mata Kuliah Infrastruktur Desa Kota, kali ini kita membahas masalah Penanganan “Sampah” di Kota Denpasar.

Melalui pendekatan belajar dari Diri “Who Am I” sebelum memberi solusi untuk masyarakat banyak,  ia mengungkapkan mesti instrospeksi diri (mulat sarira), ternyata faktor utama penyebab “Sampah” ada pada Diri Sendiri.

Kebanyakan mahasiswa, dari usia Prasekolah tidak dibekali pengetahuan tentang membuang sampah pada tempatnya, saat SD baru diperkenalkan buang sampah ditempatnya, sampai belajar di tingkat SMU tidak melakukan pemilahan sampah meskipun telah diperkenalkan pemilahan sampah saat belajar di bangku SMP, hal ini diperparah lagi ketika masa kuliah, apalagi diharapkan untuk melakukan pemilahan sampah, membuang sampah pada tempatnya saja tidak dilakukan.

Sesungguhnya, berbagai kebijakan pemerintah tentang “Sampah” sudah ada, banyak program kegiatan telah dilaksanakan, banyak fasilitas dibangun, dan lain lainnya juga tidak terhitung banyaknya, tapi Mengapa masalah “Sampah” ini tidak juga tertanggulangi.

“Jawaban sangat sederhana, karena kebanyakan dari kita belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya serta memilah sampah ketika membuangnya, ” ungkapnya kepada awak media, Kamis (07/06/2024).

Kemudian ia juga menjelaskan, andaikan semua adalah sebagai individu sadar (Ego System Awarness) dan satu persatu individu lainnya sadar sampai pada tingkat komunal sadar (Communal System Awareness), mungkin masalah “Sampah” akan tertangani.

“Kita bisa nyatakan dari pembelajaran ini bahwa “What is the Waste, The Waste is depended on the People”. Semakin Sadar Kita Tentang Sampah, Semakin Mudah Sampah Ditanggulangi, ” pungkasnya. (Tim)

Continue Reading

Daerah

HUT PSN Ke 25, Wujudkan Pinandita Yang Profesional, Intelektual, Moderat Dan Penuh Pengabdian

Published

on

By

HUT PSN yang ke 25 di gedung Darma Negara Alaya, Lumintang Denpasar (29/05/2024)

DENPASAR – Perayaan HUT Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) ke 25 berlangsung di gedung Darma Negara Alaya, Lumintang Denpasar, Rabu 29/05/2024.

Dalam kegiatan acara yang mengambil tema : “Melalui HUT PSN ke 25, Kita Wujudkan Pinandita yang Profesional, Intelektual, Moderat dan Penuh Pengabdian,” dihadiri oleh 500 anggota PSN seluruh Bali.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, saat wawancara dengan awak media

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta yang hadir dalam HUT PSN ke 25 ini dalam sambutannya menyatakan mendukung kegiatan Pinandita Nusantara dalam melakukan yadnya.

“Kami dukung penuh upaya PSN yang berkaitan dengan keumatan sekaligus melakukan pendidikan berkaitan dengan peningkatan ilmu pemangkuan. Ini luar biasa sekali.
Kita akan bantu dengan pembangunan  pura dan puja wali-puja wali yang ada di Bali maupun luar Bali,” demikian disampaikannya.

Ketua PSN Korwil Bali, Pinandita I Wayan Dodi Aryanta, dalam kesempatan ini menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksanannya kegiatan HUT PSN ke 25 ini.

Pencapaian PSN yang sudah bisa dilakukan hingga saat ini akan terus ditingkatkan sehingga bisa terus mengikuti perkembangan jaman.

Ketua PSN Korwil Bali, Pinandita I Wayan Dodi Aryanta (kanan) saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta dalam HUT PSN ke 25

“Kedepan kami akan mengadakan upacara pemelukatan agung Banyu Pinaruh di bulan Juli ini serta diadakannya kursus diklat Darma Wecana untuk para pemangku secara gratis untuk menambah wawasan sehingga lebih profesional, intelektual, moderat, dalam tugas pengabdiannya dan siap mengikuti perkembangan teknologi yang salah satunya dengan membuat konten-konten keagamaan di media sosial,” jelasnya.

Hingga saat ini, sudah 10.000 an anggota PSN yang diikutkan dalam BPJS Ketenaga kerjaan sehingga para pemangku lebih terjamin dan tenang dalam menjalankan tugas pengabdiannya.

Sekretaris PSN Korwil Bali, Pinandita DR. Drs. I Nyoman Sekendra, M. Hum, menyatakan bahwa pentingnya kepercayaan umat pada pemangku dengan terus belajar, mendalami dan melatih diri untuk meningkatkan ilmu dan profesionalismenya.

Sekretaris PSN Korwil Bali, Pinandita DR. Drs. I Nyoman Sekendra, M. Hum

“Tantangan pendekatan pada generasi muda saat ini yaitu harus masuk menggunakan pematangan-pematangan logika, karena mereka lebih terpelajar dan memiliki kemudahan akses informasi. Mereka harus bisa diyakini dan diberi pemahaman logika yang benar, sehingga mereka lebih mudah memahaminya.
Ini yang menjadi tantangan para pemangku saat ini, selain tugas pengabdian yang dilakukan, kita juga harus terus belajar untuk bisa mengikuti perkembangan jaman. Long life education,” pungkasnya. (E’Brv)

Continue Reading

Daerah

Hadir Berbakti Tuk Negeri, Ketua Perbarindo Bali : Tahun Kebangkitan BPR-BPRS Bali

Published

on

By

Pj Bupati Klungkung, Nyoman Jendrika, didampingi pejabat OJK, Ananda R Mooy dan Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit, saat melepas peserta Fun Walk hari BPR-BPRS nasional

SEMARAPURA – Kegiatan Fun Walk dalam rangka hari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Nasional digelar oleh Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (PERBARINDO) bertempat di depan alun-alun kota Semarapura, Minggu (26/05/2024)

Acara yang dihadiri oleh ribuan peserta ini dibuka dengan ayunan bendera start yang dipimpin oleh Pj Bupati Klungkung, Nyoman Jendrika didampingi pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ananda R Mooy serta Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit.

Perayaan HUT BPR dan BPRS 2024 kali ini mengambil tema “BPR-BPRS Hadir, Berbakti Tuk Negeri,” yang menekankan pentingnya peran BPR dan BPRS dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pj Bupati Klungkung, Nyoman Jendrika (kiri) saat memberikan wawancara pada awak media

Pj Bupati Klungkung, Nyoman Jendrika, menyampaikan apresiasinya atas acara yang digelar Perbarindo dengan melibatkan para pelaku UMKM yang ada di Klungkung.

“Sebagian besar UMKM ini adalah nasabah BPR dan BPRS yang ada di Klungkung, dengan bantuan fasilitas keuangan dari perbankan ini mereka bisa tumbuh dan berkembang, sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan baru yang sehat dan kuat,” ujarnya.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, Ananda R.Mooy, dalam sambutannya menyatakan rasa bangga atas pertumbuhan ekonomi Bali yang terus meningkat.

“Astungkara, pertumbuhan ekonomi Bali di triwulan pertama 2024 mengalami kenaikan sebesar 5,98 persen sedikit lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Laju pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,11 persen dan menempati posisi ke 6  secara nasional,” ujarnya

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Provinsi Bali, Ananda R.Mooy

“OJK selalu terbuka untuk mendorong usaha-usaha agar BPR dan BPRS bisa sehat kuat maju dan bisa berperan untuk.melindungi nasabahnya.
Kami dari OJK sebagai mitra terus melakukan pembinaan dan bekerja sama dengan BPR dan BPRS ,” tambahnya

Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit, SE mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan acara tersebut.

“Acara puncak HUT BPR-BPRS hari ini sangat luar biasa, antusiasme dari masyarakat, industri BPR, dan UMKM sangat tinggi.
Ini merupakan momen kebangkitan bagi BPR dan BPRS di Bali, dengan kehadiran 50 UMKM yang berpartisipasi dalam acara ini menunjukkan sinergi yang kuat antara industri keuangan dan pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan bakti sosial pembagian 1000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, digelarnya Bazar sembako murah juga menjadi daya tarik utama dalam perayaan ini. Sebanyak 1.000 paket sembako disubsidi dengan harga Rp25.000, sehingga masyarakat hanya perlu membayar Rp100.000 dari harga asli Rp125.000.

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami selain memberikan CSR, diperayaan ini kami berharap dapat membantu masyarakat dengan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” jelas Ketut Komplit.

Ketua DPD Perbarindo Provinsi Bali, I Ketut Komplit, SE saat wawancara dengan awak.media

Kehadiran BPR dan BPRS ini sangat penting dalam membangun ekonomi keluarga, Desa, Kecamatan, dan Kabupaten.

“Untuk itu kami mengajak semua insan Perbarindo untuk terus meningkatkan pelayanan agar semakin dipercaya dan mampu bertumbuh secara sehat, kuat, dan berkesinambungan,” kata Ketut Komplit.

“Kami hadir untuk memberikan akses permodalan dan pengelolaan keuangan keluarga dengan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menyimpan dana dan mengelola keuangan dengan aman dan baik melalui BPR dan BPRS.                      Jangan khawatir, semua dana simpanan ditempat kami terjamin oleh LPS,” tambahnya.

Berdasarkan data, terlihat BPR dan BPRS terus berkembang dan bertumbuh, dimana sampai Maret 2024 memiliki aset sekitar Rp 20,7 Trilyun, dengan dana yang berhasil dihimpun atau DPK Rp 16,5 Trilyun dan Kredit KYD sekitar Rp 13,1 Trilyun.

“Mudah-mudahan kondisi ini terus berkembang dan bertumbuh, sehingga kita punya peran jauh lebih masif dan berperan lebih banyak untuk meningkatkan ekonomi yang ada di Bali,” pungkasnya. (E’Brv)

Continue Reading

Trending

Copyright © 22 Juni 2013 Gatradewata. Pesonamu Inspirasiku