Usai diresmikan ,BPJ terus bergerak upaya selamatkan Situs

GATRADEWATA.COM||DENPASAR, – Setelah diresmikan tanggal 15 Agustus 2018, Perkumpulan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) terus bergerak dalam upaya penyelamatan warisan budaya atau situs budaya di Bali. Sejumlah agenda pun telah dan sedang dilaksanakan di antaranya mematangkan struktur organisasi dan pemberdayaan anggota, edukasi tentang situs dan ritus kepada masyarakat luas lewat berbagai kegiatan, mendata dan mengakaji warisan budaya benda dan tak benda.

Ketua BPJ, Made Bakti Wiyasa di sela-sela rapat pengurus BPJ, Selasa (21/8) di Penggak Men Mersi, Kesiman, Denpasar mengatakan, para anggota yang tergabung dalam perkumpulan ini berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mereka dengan panggilan rohaninya ingin aktif menjaga, melestarikan, dan berbagi pengetahuan tentang situs budaya serta bisa bersinergi dengan masyarakat dan lembaga-lembaga terkait. “Sasaran jangka pendeknya adalah menghentikan terjadinya penghancuran situs-situs seperti pada pura-pura tua yang belakangan marak terjadi,” ujarnya.

Menurut Bakti Wiyasa, BPJ menyadari bahwa upaya untuk menumbuhkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat khususnya di Bali terhadap nilai-nilai luhur dalam peninggalan berupa situs maupun ritus tersebut merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Upaya ini harus dilakukan secara terus-menerus dengan penuh komitmen dan konsistensi. Selain itu, yang terpenting adalah gerak cepat untuk mencegah tindakan pembongkaran bangunan situs kuno yang hendak dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

“Kini semangat pelestarian pada tinggalan budaya leluhur berupa situs dan ritus kuno sedang bertumbuh. Semoga gerak kesadaran dan pelestarian ini mampu mengerem pembongkaran pura kuno, struktur candi kuno, dan diputusnya ritus kuno tidak lagi terjadi,” kata Bakti Wiyasa.

Perkumpulan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) diresmikan oleh Judi Wahjudin, M.Hum (Kasubdit Seni dan Program Evaluasi Perencanaan Direktorat PCBM) selaku perwakilan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud bersama Senator DPD RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali Drs. I Wayan Muliarsa. Peresmian dilaksanakan di Kantor BPCB Bali, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Rabu (15/8) lalu.

Arya Wedakarna sangat menyambut baik kehadiran Perkumpulan BPJ yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian situs budaya. Keberadaan BPJ diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya pelestarian budaya Bali. Selain itu, ia mendorong semua kabupaten/kota di Bali mengangkat tim ahli cagar budaya sehingga pelestarian situs kuno bisa dilakukan lebih baik. “Kalau kita terlambat sedikit saja, dibongkar situs kita. Artinya, perlu pemahaman bagi masyarakat bagaimana pentingnya pelestarian situs-situs ini dan pedoman pemugaran pura agar sesuai dengan Undang-Undang Cagar Budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Judi Wahjudin menyampaikan, Dirjen Kebudayaan menyambut baik adanya komunitas pelestarian cagar budaya seperti Perkumpulan BPJ. Dijelaskannya, UUD 1945 Pasal 32 (1) menyebutkan, Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Kemudian, UU Pemajuan Kebudayaan mengamanatkan tentang tata kelola serta penguatan ekosistem kebudayaan.

“Dalam hal ini, pemerintah hanya menjadi fasilitator. Kebudayaan itu memang harus tumbuh dan berkembang di masyarakat, sehingga peran serta masyarakat untuk melestarikan budaya sangat penting, seperti yang dilakukan oleh Bakti Pertiwi Jati,” katanya. (INN.W)