Gatra Dewata

Ringan, Cerdas dan Tajam

Tumpek Landep

Ong Awignamastu namo siddyem

Tumpek Landep

Manusia Bali itu hebat, terlihat dalam sistem pengalantaka yg terpakai sampai saat ini, di mana dalam setiap perputaran pertemuan panca wara, sapta wara dengan pawukon melahirkan puncak yg kita sebut TUMPEK, tumpek sekarang ini lebih kita maknai sebagai sebuah sinkronisasi manusia dalam berTRI HITA KARANA dan memanusiakan segala penciptaan yang ada, tentu hal tersebut tidaklah salah dalam rangka kita melogikan agar kita lebih mudah paham, seperti halnya TUMPEK LANDEP.
Tumpek Landep adalah sebuah proses pemujaan terhadap elemen Sang Prabhu rumaga Bhetara Mahadewa dalam hal manusia melakukan proses penajaman atas elemen dirinya, mata, hidung, telinga sehingga mampu menyatukannya dalam selating lelata sida siddhi ikang jnana adnyananta.
Dalam tattwa Dewa, Tumpek Landep merupakan penunggalan lingga Batur dengan Lingga Gunung Agung yang kemudian melahirkan Pemade Kentel Gumi sebagai sarana Prapen, Grombong Agni Sang Prabhu dan Sang Guru yang kemudian melahirkan swagina Pande ( bukan soroh) dan segala hasil dari swagina tersebut sekarang kita haturkan aci sebagai simbolisasi penajaman elemen sang prabhu kita, tentunya hal ini akan terkait dalam hal manusia akan mencari sisi rohani dan materi yang akan kita mintakan dalam pertemuan Lingga Batur dengan Lingga Gunung Agung sebagai Ratu Gede pada Buda Cemeng Ukir.

Mogi sehananing pengastuti pengrastiti sida nemugelang

Rahajeng Tumpek Landep.

Manusia Bali itu hebat, terlihat dalam sistem pengalantaka yg terpakai sampai saat ini, di mana dalam setiap perputaran pertemuan panca wara, sapta wara dengan pawukon melahirkan puncak yg kita sebut TUMPEK, tumpek sekarang ini lebih kita maknai sebagai sebuah sinkronisasi manusia dalam berTRI HITA KARANA dan memanusiakan segala penciptaan yang ada, tentu hal tersebut tidaklah salah dalam rangka kita melogikan agar kita lebih mudah paham, seperti halnya TUMPEK LANDEP.
Tumpek Landep adalah sebuah proses pemujaan terhadap elemen Sang Prabhu rumaga Bhetara Mahadewa dalam hal manusia melakukan proses penajaman atas elemen dirinya, mata, hidung, telinga sehingga mampu menyatukannya dalam selating lelata sida siddhi ikang jnana adnyananta.
Dalam tattwa Dewa, Tumpek Landep merupakan penunggalan lingga Batur dengan Lingga Gunung Agung yang kemudian melahirkan Pemade Kentel Gumi sebagai sarana Prapen, Grombong Agni Sang Prabhu dan Sang Guru yang kemudian melahirkan swagina Pande ( bukan soroh) dan segala hasil dari swagina tersebut sekarang kita haturkan aci sebagai simbolisasi penajaman elemen sang prabhu kita, tentunya hal ini akan terkait dalam hal manusia akan mencari sisi rohani dan materi yang akan kita mintakan dalam pertemuan Lingga Batur dengan Lingga Gunung Agung sebagai Ratu Gede pada Buda Cemeng Ukir.

Mogi sehananing pengastuti pengrastiti sida nemugelang

Rahajeng Tumpek Landep.

(AjiSaka/INN.W)

One thought on “Tumpek Landep

Comments are closed.