Ricciardo Tebar Ancaman, Optimisme Ferrari Mulai Buyar

SHANGHAI, CHINA – Ricciardo merayakan kemneangan perdananya musim ini di GP China pada 15 April 2018. (Photo by Mark Thompson/Getty Images)

GatraDewata.Com – Daniel Ricciardo yakin jika kemenagannya di GP China membuktikan kesiapannya untuk merebut titel juara dunia, sebagaimana dilansir crash.net.

Pembalap Red Bull ini mengambil resiko yang sangat tinggi ketika memutuskan untuk beralih ke kompon lunak saat pit stop,  ketika Safety Car keluar dipertengahan balapan. Ia merangsek ke podium satu dari posisi start enam.

Satu per satu lawannya disalip sepanjang balapan mulai dari Kimi, Lewis, Sebastian dan pemimpin lomba saat itu, Valteri Bottas, dan mengamankan podium tertinggi yang tidak terlupakan. Kemengan keenamnya sepanjang karir Formula 1 membawanya kian mendekat dengan pemegang kalsemen sementara, Sebastian Vettel, dengan selisih angka hanya 17 poin.

“Sungguh saya rasa, seperti yang sering saya katakan, kasi saya kesempatan untuk mengejar dan saya yakin saya akan melakukannya,” kata Ricciardo. “Saya rasa saya bisa memanfaatkan setiap kesempatan dan saya kira (China) merupakan contoh yang bagus bahkan dalam situasi sulit saya masih bisa cepat dan juga sangat bagus pada balapan di hari Minggu.”

Pada satu sisi seolah Ricciardo akan memulai bapalapan dari posisi buncit, setelah kabarkan mengalami kerusakan turbo pada sesi latihan bebas ke tiga. Masalah tersebut memberikan ruang waktu bagi mekaniknya untuk menyelesaikannya dalam kurun waktu hanya dua jam saja, sebelum sesi kualifikasi dimulai.

“Saya rasa sudah sangat sering saya merasa wajib untuk berterimakasih kepada tim tapi ini bukanlah hal buruk untuk dilakukan. Saya mengatakannya 100% dari hati yang paling dalam karena tanpa kerja keras mereka (pada hari Sabtu) dan tanpa strategi mereka tidak akan mungkin ini terjadi.” tambahnya lugas.

 

Kemenangan Ricciardo ini sekaligus menghentikan pesta Ferrari yang dalam dua seri pembuka selalu berhasil keluar sebagai juara. Tidaklah berlebihan jika pencapaian beliau ini mengindikasikan sebuah ancaman bagi Ferrari, atau paling tidak tantangan tambahan setelah harus mengalahkan duo Mercedez.

Memang jalan masih panjang, namun indikasi pertarungan yanng kian ketat mulai terihat dan kali ini akan melibatkan tiga tim raksasa yaitu Ferrari, Mercedez dan Red Bull.<swn>