Gatra Dewata

Ringan, Cerdas dan Tajam

Pura Uluwatu

KEHILANGAN JEJAK.
GATRADEWATA.COM|| Badung.
Gaya Pelinggih dan Patung/togog bergaya modern mendominasi pelataran Pura Uluwatu , di Desa Pecatu, Badung. Tak terlihat situs-situs tua yang bisa bercerita tentang “keaslian” keberadaan maupun cerminan peradaban tatkala Pura tua ini dibagun. Begitu juga tak tampak lagi situs yg bisa bernarasi tentang fungsi dan Sistem Pemujaan serta Ide Betara yang dipuja di pura yang berposisi di sisi Barat daya Pulau Dewata ini.
Demikian juga tentang “siapa” yang mendirikan Pura yang konon dalam posisi pengider bhuwana Pulau Bali adalah tempat Pemujaan Hyang Siwa Rudra ini pun, pernah menjadi polemik di kalangan umat Hindu di Bali. Ada yang menyebut pendirinya adalah Dang Hyang Nirartha dengan sebutan lain Dang Hyang Dwijendra. Namun tak jarang juga yang menyebut Mpu Kuturan pendirinya… tentu dengan masing-masing argumen dan cerita yang saling berbeda. Namun perlu diketahui… tak ditemukan bukti-bukti fisik yang bisa bernarasi tentang angumen-argumen mereka.
Dengan kata lain… terhapusnya “situs-situs dan Ritus” di sekujur palemahan Pura Kuno ini … membuat para Pewaris Hindu di Bali kususnya k e h i l a n g a n j e j a k tentang hakikat yang mestinya terwariskan oleh mereka.
Fenomena semacam ini.. bukan hanya terjadi di Pura Uluwatu…. namun di sebagian besar pura jagat di Bali. Situs asli nyaris punah dari khasanah religius umat Hindu di Bali.. bukan karena kerusakan oleh alam.. namun sebagian besar karena k e l a l a i a n kita para pewarisnya yang tidak mampu mewariskan T a t a n a n L e l.u h u r.
Untuk itu … jika kita ingin tetap mewariskan Bali sebagai P u l a u D e w a t a, marilah kita bangun kecerdasan tentang T e t a m.i a n itu….. agar kita tidak buta sama sekali tentang khasanah budaya masa lalu keluhuran Bali yang tidak ditemukan di belahan dunia manapun. Sebab itu yang membuat Bali punya makna di mata dunia. (DeSuta/INN.W)