Gatra Dewata

Ringan, Cerdas dan Tajam

Prof. Bandem; Seni Dipadu IT Hasilkan Karya yang Luar Biasa

Adega saat  Jaya Pangus yang bertemu dengan Dewi Danu dalam Drama Tari Kang Cing Wie
Adega saat Jaya Pangus yang bertemu dengan Dewi Danu dalam Drama Tari Kang Cing Wie

GATRADEWATA-Peranan Ilmu Teknologi(IT) sangat menonjol tidak hanya untuk kepentingan jaringan/network komputer saja, IT punya multy media sehingga seni dipadukan dengan IT, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. I Made Bandem saat pagelaran Tahun Baru Imlek di Taman Budaya Denpasar.

Menurutnya, IT mampu membuat dokumentasi dari kesenian yang ada dan juga sebagai sumber inspirasi untuk menciptaan seni.

“Akhir-akhir ini, IT tidak hanya untuk membuat dokumentasi saja, IT juga dijadikan sarana untuk menciptakan kesenian baru. Misalnya musik robot atau musik latop di Amerika Serikat. Ini akan memperkaya kesenian dan juga budaya kita dalam rangka pengembangan teknologi abad ke 21.” Kata salah satu pendiri STIKOM Bali ini.

Sementara terkait masyarakat yang cenderung mulai meninggalkan seni klasik, pihaknya mengharapkan pemerintah dan masyarakat perlu terus melestarikan, menggali kesenian-kesenian yang klasik serta yang tradisi, untuk dipelajari kembali oleh masyarakat.

Pemerintah juga diharapkan untuk terus menerus melakukan pembinaan kepada desa pakraman sangar-sangar seni serta masyarakat supaya jangan sampai meninggalkan seni-seni yang adi luhung ini. Seperti; wayang kulit, wayang wong, baris gede serta seni klasik lainnya, harus mutlak dipelajari tidak hanya untuk kepentingan pementsan semata tetapi juga untuk melestarikan seni dan budaya serta kepentingan ritual keagamaan.

“Jadi seni-seni sakral, seni-seni klasik itu harus dikembalikan fungsinya kepada agama sehingga terpelihara dengan baik. Dan setelah itu baru dikembangankan melalui IT sebagai sarana promosi.” paparnya.

Dalam pagelaran tahun baru Imlek yang diadakan oleh Konsulat Jendral Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Prof. Dr. I Made Bandem yang juga pemilik sanggar Seni Makara Dwaja mementaskan empat kesenian Bali, yakni; Tabuh Jaya Semara, tari Sekar Jagat, tari Barong Ket dan Pragmen Tari Kang Cing Wie.

ALT