Operasi Pekat, KP3 Benoa Amankan Empat Tersangka

KP3 Benoa dengan pasukan gabungan sebelum operasi rutin

KP3 Benoa dengan pasukan gabungan sebelum operasi rutin


Operasi Penyakit Masyarakat(Pekat), KP3 Benoa berhasil mengamankan dua botol miras jenis arak, dua parang, satu tanduk rusa dan duabelas ekor burung jenis delapan gelatik, tiga kepecit dan satu satu burung coklat paruh hitam.

Barang bukti tersebut diamankan dari empat orang tersangka, yakni; Fransiskus(44) asal Manggarai, Sudiarta(45) Sulawesi Tenggara, A. Ansor(26) dari Jawa Tengah dan Haryanto(46) asal Jawa Timur, penumpang kapal yang sedang sandar di Pelabuhan Benoa.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 88 anggota dari pasukan gabungan yakni; Jatantras, Dit. Pol. Air, Polresta, TNI AD, TNI AL, Pelni, Pelindo, Karantina, KSDA, Bahrkam Polri, Ditsum, Polisi Hutan serta pasukan gabungan lainnya, diterjunkan untuk melaksanakan pemeriksaan kepada penumpang serta barang yang dibawa penumpang.

“Saat itu, kami melakukan pemeriksaan terhadap tiga kapal, yakni;Kapal Pesiar Lesorial, KM Tilong Kabila dan Kalimutu.” Kata AKP I Nyoman Gatra, SH., MH., Kapolsek KP3 Benoa. Senin(23/11).

Untuk pelaku yang membawa sajam dan miras ditangani oleh KP3 Benoa, sedangkan pelaku yang membawa tanduk rusa ditangani KSDA dan pelaku pembawa burung ditangani petugas Karantina.

“Selain Operasi Pekat yang merupakan rutinitas tahunan dalam rangka menjaga situasi kondusif menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, ini adalah operasi rutin kami dengan pasukan gabungan yang ke 30 kali untuk mengamankan pelabuhan Benoa yang merupakan salah satu aset nasional sebagai pintu masuk Bali.” tegas Gatra.

Sayangnya dalam operasi sampai ke 30 kali ini, dalam operasi tersebut hanya diikuti sebanyak dua kali dari Dinas Catatan Sipil. Sementara, kebanyakan penumpang kapal yang datang ke Bali tidak membawa identitas diri.(alt)