Kasat PJR Dit. Lantas Polda Bali:Tidak Ada Keistimewaan dalam Pengawalan Moge

AKBP I Nyoman Wirawan SH Kasat PJR Dit. Lantas Polda Bali

AKBP I Nyoman Wirawan SH Kasat PJR Dit. Lantas Polda Bali


Patroli Jalan Raya(PJR) bertugas melakukan pengamanan pengaturan, penjagaan, patroli dan pengawalan lalulintas(Turjadwali). Selain itu, PJR juga bertugas untuk mengurai kemacetan. Hal tersebut disampaikan AKBP I Nyoman Wirawan SH Kasat PJR Dit. Lantas Polda Bali.

“Kita melakukan pengawalan bagi yang membutuhkan pengawalan. Dan kalau tidak ada yang perlu dikawal, kita melaksanakan patroli di sepanjang rute yang dianggap rawan dalam hal lalulintas.” Kata Wirawan.

Dan apabila dalam suatu rute terjadi kemacetan maupun hal sebagainya, maka petugas PJR melakukan pengaturan sampai dengan permasalahan tersebut tuntas.

Untuk pengawalan, PJR bertugas mengawal semua, seperti pengawalan untuk rombongan Pemerintahan, penganten, jenasah, maupun pengawalan yang lainnya. Dimana dalam hal ini pergerakan kendaraan lebih dari 10 unit sampai dengan 50 unit kendaraan.

Sedangkan terkait pengawalan motor gede(moge), Kasat PJR menjelaskan tidak ada keistimewaan dalam pengawalan tersebut.

“Kalau moge itu sama, tidak ada perlakuan khusus. Sekarang di Bali kan sudah ada Tol. Kalau moge masuk wilayah tol, sesuaikan dengan jalur yang ada yakni sepeda motor. Tidak boleh masuk kejalur mobil.” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk keamanan, kenyamanan dan tidak mengganggu pengguna lainnya, mengingat jalur tol untuk sepeda motor kecil dan rombongan moge banyak, dihimbau menggunakan jalur yang biasa. Dimana dikawal itu untuk keamanan dan kenyamanan dan bukan mendapatkan keistimewaan.

Ketika rombongan moge yang dikawal di depannya mendapatkan lampu lalulintas menyala merah, maka rombongan harus berhenti. Dan begitu hijau, rombongan jalan dan ketika merah maka petugas menahan pengendara lain untuk berhenti, dan memberikan rombongan moge berjalan agar tidak terpisah.

“Terkecuali darurat, seperti; Kapolda mau lewat, Menteri, Presiden dan ada pejabat

lainnya yang mau lewat itu prioritas. Dan ini kita harus bedakan apa yang kita kawal. Anggota di lapangan sudah saya intruksikan semua.” tegasnya.

Kasat PJR menghimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada yang melaksanakan kegiatan menggunakan jalan sebagai sarana transportasi dengan pergerakan kendaraan melebihi dari 10 unit, diharapakan melaporkan dan berkomunikasi dengan pihaknya. Dan jika membutuhkan pengawalan, pihaknya akan siap melakukan pengawalan.

“Jadi jika ada kelompok otomotif yang ingin melakukan perjalanan(touring), saya himbau untuk melaporkannya kepada kami.” Akhir Kasat PJR.

ALT