Penggunaan Possessive Adjective Itu Gampang

GatraDewata.Com – Pada edisi yang lalu kita membahas Possessive Adjective atau PA (kata ganti sifat sebagai milik). Kini kita akan mengorek lebih jauh tentang saudara kembarnya, yaitu Possessive Pronoun (PP).

Saya bilang sebagai saudara kembar karena keduanya memiliki tampilan serupa. Contohnya, kalau kata ganti milik dalam PA untuk ‘kami’ adalah ‘our’ maka di Possessive Pronoun menjadi ‘ours’ – ada desisan ‘s’ diakhir kata tersebut. Namun, hal ini tidak berlaku untuk semuanya; dimana – mana pasti adalah yang membandel dan tidak mau berubah – tul gak? Lihat tabel berikut untuk lebih detilnya:

 

Bagi yang doanya sudah terkabul bahwa mobil hitam tersebut (sesuai contoh pembahasan sebelumnya) sudah menjadi milik anda, maka kita bisa menyebutnya begini: “The black car is mine.” Namun, jika anda malah lebih menyukai mobil milik lawan gosip anda yang paling nyinyir maka jadinya begini: “The black car is mine but I love hers.”  (mobilhitamitumiliksayatapisayalebihmenyukaimiliknya).

Masih ingat kan bahwa semuapronoun memiliki ciri – ciri khusus, lantas apa ciri – ciri Possesive Pronoun yang sedang kita bahas kali ini?

Saya akui disini urusannya sedikit ruwet, lebih ruwet daripada kasus e-KTP (lebay dot com). Tapi bukan berarti kita tidak bisa menganalisanya. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan, sebagai berikut:

  • Possesive Pronoun tidak memerlukan apostrophes (tanda petik seperti pada contoh Catherine’s car). Dalam hal ini akan di sederhanakan menjadi ‘hers.’
  • Baik jika ia hadir dalam sebuah kalimat di awal, tengah dan akhir – Possesive Pronoun harus menjelaskan sebuah noun yang sedang dibahas dalam percakapan tersebut.
  • Contoh (awal kalimat): Each of us have our own car (masing masing dari kami memiliki sebuah mobil). Mineis the biggest one (milik saya yang paling besar). See, kita tidak bisa langsung ke kalimat kedua (mine is the biggest one) tanpa membahas sesuatu mengandung noun (mobil) di kalimat pertama. Disini kata the biggest merupakan kata sifat dari mobil miliknya (saya), yaitu yang terbesar. Wujud noun dalam hal ini tetap pada mobilnya, sementarathe biggest one menjelaskan ukuran mobil tersebut.
  • Contoh (tengah kalimat): We love antique cars but mine is not the best(kami menyukai mobil antik namun punya saya bukanlah yang terbaik). Jika ingin menempatkan Possesive Pronoun di tengah tengah kalimat maka harus ada noun pada kalimat tersebut sebelum Possesive Pronoun.
  • Contoh (akhir kalimat): The black car is mine (mobil hitam itu milik saya). Jadi kata mine menjelaskan kepemilikan atas sebuah harta gono gini dalam wujud sebuah mobil hitam.

Singkat kata, keberadaan Possesive Pronoun sangat tergantung pada noun sehingga ia selalu berdekatan. Kehadirannya juga mengambil andil yang sangat besar dalam membuat bahasa Inggris terdengar seksi. Jika tidak, maka akan terdengar repetitive (berulang – ulang). Contohnya, kita membahas kucing; This is my cat, not your cat. Disini kita mendengar kata cat disebut dua kali sehingga terjadi pengulangan yang membosankan. Bandingkan dengan mengaplikasi Possesive Pronoun; The cat is mine, not yours. Jadi lebih seksi, bukan? Kucing pintar tersebut tetap ada disana, kepemilikannya pun jelas, milik saya – bukan milik anda. Hebatnya lagi, penyampaiannya dilakukan tanpa ada kesan mengulang – ulang.

Sekian dulu pembahasan tentang ‘Posessive Pronoun’ – selamat belajar buat rekan rekan semuanya. <swn>